Buwas soal Beras PPKM: Jangan Bilang Ada Kutu, Telurnya Saja Enggak Mungkin

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 320 2454598 buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin-Xl3GRLoXgg.jpg Buwas pastikan beras bansos tak berkutu (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Perum Bulog memastikan tidak ada kesalahan dengan beras bantuan sosial (bansos) PPKM yang diterima sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah daerah. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyebut, meski beras yang disalurkan jenis cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium, namun beras tersebut tetap dijamin untuk dikonsumsi. Bahkan, Bulog menjamin tidak ada telur dan kutu yang bercampur dengan butiran beras.

Baca Juga: Anggaran Bantuan Beras PPKM Tembus Rp3,54 Triliun

"Jangan dibilang itu ada kutu, ya, telurnya aja gak mungkin. Ini supaya paham teman-teman," ujar Buwas, Kamis (12/8/2021).

Dari segi produksi beras, BUMN sektor pangan itu memiliki sistem rise to rise yang digunakan untuk mengontrol beras sebelum dikeluarkan dari gudang. Sistem tersebut menjadi standar awal perusahaan untuk mengawasi kualitas beras.

Baca Juga: Tilep Bantuan Negara di Masa Pandemi, Ini Deretan Kasus Korupsi Bansos

Sementara di sisi distribusi, Bulog juga memiliki sistem pengawasan yang ketat untuk menjaga kualitas pangan dasar agar tetap layak dikonsumsi. Begitu juga sistem kontrol penyaluran milik PT Pos Indonesia dan DNR Corporation yang dipercaya pemerintah sebagai agen distribusi beras PPKM.

"Jadi tidak mungkin salah, kemudian juga dengan DNR mempunyai sistem pencatatan, penerimaan, semuanya termasuk Bulog itu ada sistem pengawasan. Kalau dalam produknya ada kualiti kontrol. Standar, Bulog bilamana mengeluarkan beras CBP tidak begitu saja dikeluarkan karena harus melalui proses rise to rise, minimal," kata dia.

Saat ini, Bulog kembali menyalurkan beras berkualitas medium yang berasal dari CBP. Penyaluran tersebut masuk tahap kedua yang dibagikan kepada 8,8 juta KPM.

Sebelumnya, ada 20 juta PKM di Indonesia yang sudah menerima beras bantuan yang dicatatkan dalam program jaring pengaman sosial tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini