4 Fakta Pertamina Kelola Blok Rokan, Jokowi Minta Produksi Tak Turun

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 15 Agustus 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 320 2455520 4-fakta-pertamina-kelola-blok-rokan-jokowi-minta-produksi-tak-turun-DE3DX9pyAe.jpg Pertamina Kelola Kilang Rokan. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengambil alih pengelolaan Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021 setelah sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Berikut fakta-fakta Blok Rokan yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (15/8/2021):

1. Ngebor 161 Sumur Baru

Blok Rokan yang memiliki luas 6.453 km2 ini tercatat menghasilkan sekitar 165.000 barel minyak per hari atau sekira 24% produksi minyak nasional. Untuk meningkatkan produksi pascaalih kelola, PHR menargetkan mengebor sebanyak 161 sumur baru pada periode Agustus-Desember 2021.

2. PHR Telah Menyiapkan Sejumlah Transisi

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin menemui Gubernur Riau Syamsuar. Jaffee menyampaikan kesiapan PT PHR untuk alih kelola operasional Blok Rokan.

Baca Juga: Tak Ingin Produksi Blok Rokan Turun, Jokowi Panggil Erick Thohir hingga Dirut Pertamina

Dalam pertemuan tersebut, Jaffee mengatakan PHR siap untuk masuk dan mengelola Blok Rokan. Sejumlah persiapan transisi sudah dilakukan, termasuk terkait dengan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menjadi pekerja PT PHR.

"Sebanyak 2.691 pekerja CPI telah setuju untuk bergabung dengan PHR. Jadi nanti operasional Blok Rokan akan dikerjakan oleh tim lama juga. Kemudian untuk kontrak kerja kami juga sudah lakukan mirrorring dengan CPI dan sudah mencapai 100 persen," kata Jaffee di Jakarta.

Baca Juga: Erick Thohir Jamin Pengelolaan Blok Rokan Utamakan Pekerja Lokal

3. Resmi Jadi Aset PT Pertamina (Persero)

Blok Rokan atau wilayah kerja rokan resmi menjadi aset PT Pertamina (Persero). Terhitung sejak 9 Agustus 2021, operasional Blok Rokan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha Pertamina.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mencatat, untuk memastikan kelancaran proses alih kelola, Pertamina melalui PHR sudah membentuk tim transisi yang bertugas memastikan kelancaran operasi.

Terutama di aspek subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, hingga ke aspek sumber daya manusia, finansial , komersial, asset supply chain management serta IT.

“Hal yang tidak kalah penting dalam proses alih kelola ini, kami mengingatkan kembali mengenai high risk pengelolaan usaha migas, tidak hanya proses kehandalan tapi aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) tetap menjadi perhatian kita semua,” ujar Nicke dalam gelaran seremoni alih wilayah kerja Rokan, Minggu (8/8/2021).

4. Presiden Jokowi Minta Produksi Tak Turun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dapat meningkatkan produksi minyak Indonesia.

"Dalam pertemuan tadi kami mendapat arahan dan harapan dari Pak Presiden bahwa kami semuanya menjaga dan memastikan produksi bisa ditingkatkan untuk ke depannya untuk Blok Rokan," kata Principal Expert Upstream Pertamina Hulu Rokan (PHR) Budianto Renyut di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Presiden Jokowi bertemu dengan 10 orang perwakilan pegawai PT PHR. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

"Peralihannya sangat mulus dan selamat, hal itu dibuktikan dengan misalnya program pengeboran sumur yang bisa dilakukan dan ditingkatkan yang tadinya dua tahun sebelumnya tidak dilaksanakan, dengan kerja sama yang sangat bagus dari transisi," tambah Budianto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini