4 Fakta Erick Thohir Minta PLN Stop Proyek Aneh

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456040 4-fakta-erick-thohir-minta-pln-stop-proyek-aneh-0qT8yWZQSa.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT PLN (Persero) untuk tidak lagi membangun proyek yang tidak penting. Hal ini agar PLN bisa menjaga kondisi keuangan perusahaan melalui penghematan belanja modal atau capital expenditure (capex).

"Tidak ada lagi proyek aneh-aneh supaya cashflow bisa sustain. Setop permainan proyek-proyek yang tidak penting," ujar Erick Thohir, Jakarta.

Baca Juga: Erick Thohir Dorong Vaksinasi dan Pemberdayaan UMKM di Jawa Timur

Berikut fakta terkait Erick Thohir minta PLN stop proyek aneh yang telah dirangkum oleh Okezone, Senin (16/8/2021).

1. Utang PLN sebesar Rp500 triliun

Erick mengatakan, dengan kondisi keuangan utang PLN sebesar Rp500 triliun ditambah harus mengubah pembangkit listrik menjadi energi terbarukan maka dana yang akan dibutuhkan cukup besar.

Baca Juga: Erick Thohir Minta BUMN Sisihkan Dana untuk Bantu Anak Karyawan yang Terdampak Covid-19

"Ditambah lagi penugasan dari pemerintah yang hari ini kompensasi subsidi yang kita lakukan. Tidak ada jalan lain kita harus melakukan terobosan yang luar biasa," katanya.

2. Fokus Pada Ekonomi Hijau

Dia juga meminta PLN untuk fokus pada ekonomi hijau. Pasalnya, mayoritas negara sudah menyepakati dunia harus bebas dari emisi karbon pada tahun 2050.

Sementara Indonesia berkomitmen untuk mencapai bebas emisi karbon baru terjadi di tahun 2060.

3. Harus Ramah Lingkungan

Menurut Erick, banyak negara yang sudah mewajibkan seluruh produksinya harus ramah lingkungan. Hal ini pun bisa menekan Indonesia apabila produksinya tidak berasal dari energi yang ramah lingkungan.

"Salah satu sumber adalah listriknya harus dari energi terbarukan dan ini sudah jadi tren," katanya.

4. PLN Harus Konversi PLTU

Untuk itu, PLN harus mengonversi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan sebesar 21 GW dalam 19 tahun ke depan. Kemudian 15 tahun berikutnya harus mengonversi 29 GW.

"Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, karena itu transformasi harus dilakukan PLN," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini