Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Patok Ekonomi 2022 Capai 5%-5,5%, Ekonom: Lebih Realistis

Antara , Jurnalis-Senin, 16 Agustus 2021 |15:33 WIB
Jokowi Patok Ekonomi 2022 Capai 5%-5,5%, Ekonom: Lebih Realistis
Presiden Jokowi membacakan Nota Keuangan 2022 (Foto: Youtube Setpres)
A
A
A

Sementara dari sisi postur RAPBN 2022, penurunan defisit dari pemerintah hingga 4,85% dari PDB menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukan konsolidasi fiskal untuk mencapai defisit di bawah 3% pada 2023.

Bila dibandingkan dengan outlook terbaru dari APBN tahun 2021, pertumbuhan penerimaan pajak 2022 mencapai 10,5%, meningkat bila dibandingkan dengan outlook pertumbuhan pajak 2021 sebesar 7,06%.

"Meskipun demikian, sejalan dengan risiko dari asumsi pertumbuhan ekonomi yang masing tinggi sehingga berimplikasi pada pertumbuhan penerimaan pajak yang lebih rendah atau dengan perkataan lain berpotensi mendorong shortfall pajak," kata Josua.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan belanja pemerintah pada 2022 diperkirakan 0,6% dari outlook APBN 2021, lebih rendah dari outlook pertumbuhan belanja negara pada 2021 yang diperkirakan 3,9% dari realisasi APBN tahun 2020.

Penurunan laju pertumbuhan belanja pemerintah dinilai menjadi salah satu bagian dari upaya konsolidasi fiskal pemerintah.

Seiring dengan pemulihan ekonomi ke depannya, diperkirakan pertumbuhan penerimaan pajak akan semakin meningkat sehingga mendorong penurunan defisit fiskal. Namun demikian, Josua memproyeksikan bahwa defisit fiskal belum akan kembali di bawah 3% pada 2023, dikarenakan oleh proyeksi beban anggaran pembayaran bunga yang masih tinggi, sehingga belum dapat di-offset secara signfikan oleh penerimaan pajak.

"Lebih lanjut, potensi pelebaran defisit fiskal dapat terjadi jika mempertimbangkan risiko ketidakpastian pandemi dan ekonomi global berpotensi mendorong belum optimalnya penerimaan pajak. Sementara di sisi yang lain, belanja juga relatif tetap tinggi dalam rangka mendorong pengendalian pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ujar Josua.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement