BI Tambah Likuiditas Perbankan Rp114,15 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 320 2457910 bi-tambah-likuiditas-perbankan-rp114-15-triliun-Hx1y2fKPGx.jpg BI Tambah Likuiditas Perbankan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menambah likuiditas perbankan. Kebijakan moneter ini dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp114,15 triliun pada tahun 2021 (hingga 16 Agustus 2021).

Baca Juga: Ketua OJK Sebut Ada Efek Samping Penumpukan Dana di Perbankan

"Ke depan, berlanjutnya perbaikan aktivitas kredit diharapkan dapat lebih meningkatkan peran ekspansi likuiditas dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui kecepatan perputaran uang di ekonomi (velositas)," kata Perry di Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Lanjutnya, suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar mendorong suku bunga kredit perbankan terus menurun walaupun masih terbatas. Di pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga 1 bulan deposito perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 128 bps dan 202 bps sejak Juni 2020 menjadi 2,80% dan 3,50% pada Juni 2021.

Baca Juga: Intip 4 Skenario Masa Depan Perbankan

Di pasar kredit, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan terus berlanjut, meski dalam besaran yang lebih terbatas, yaitu menurun sebesar 155 bps sejak Juni 2020 menjadi 8,82% pada Juni 2021.

"Penurunan didorong oleh menurunnya Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) dan overhead cost (OHC), sementara margin keuntungan masih meningkat pada kelompok bank BUMN dan BUSN," imbuhnya.

Di sisi lain, suku bunga kredit baru perbankan di semua kelompok bank kembali naik sejalan dengan meningkatnya premi risiko, di tengah peningkatan kasus Covid-19 pada Juni 2021. Meskipun demikian, suku bunga kredit baru KPR turun sehingga mampu terus mendorong peningkatan pertumbuhan KPR.

Penurunan SBDK KPR sebesar 212 bps pada periode Juni 2020 hingga Juni 2021 diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru KPR sebesar 124 bps pada periode yang sama. Bank Indonesia mengharapkan perbankan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini