Dalam kesempatan yang berbeda, Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada mengatakan, kenaikan target perolehan dividen dari BUMN tidak serta merta bisa disamakan, karena kinerja sejumlah BUMN khususnya yang melantai di Bursa mengalami berbagai situasi yang berbeda.
"Pemberian dividen dari sejumlah emiten tidak serta merta disamakan. Kalau pemerintah minta persentase dividen gede ke BMRI atau BBRI itu masih oke karena kinerjanya lagi tinggi pencapaiannya meski di tengah pandemi," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia.
"Namun, ga sama seperti BBNI yang lagi menyelesaikan restrukturisasi kredit dan mencoba untuk kembali meningkatkan kinerjanya. Apalagi, kalau dengan GIAA yang masih survive. Jadi, tidak bisa dipaksakan untuk dapat mencapai nilai tersebut," sambungnya.
Terkait prospek saham-saham BUMN yang menarik dan tercatat di Bursa, Reza menyampaikan bahwa investor bisa memanfaatkan dari pilihan-pilihan saham yang ada di dalam indeks IDXBUMN 20 maupun IDXMES BUMN 17 untuk stock pick.
"Ada BBRI, BRIS, ANTM, PTBA, TLKM, IPCC, PTPP, dan WIKA," tuturnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.