Sri Mulyani Bangun 2.250 Rumah Khusus pada 2022

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 470 2459603 sri-mulyani-bangun-2-250-rumah-khusus-pada-2022-RNNRZtuDcJ.jpg Sri Mulyani Siapkan Anggaran Bangun Rumah Khusus Nelayan. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dalam RAPBN 2022 pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 2.250 unit rumah khusus guna memenuhi infrastruktur layanan dasar.

Rumah khusus (rusus) diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dalam hal ini para nelayan yang rumahnya terkena abrasi pantai.

Baca Juga: Dikeluhkan Nelayan soal Susahnya BBM, Erick Thohir Langsung Telepon Dirut Pertamina

"Contohnya rumah khusus bagi nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Sri Mulyani dalam akun instagram di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Pembangunan rumah khusus merupakan salah satu membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak bencana. Masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), dan petugas di perbatasan.

"Salah satunya adalah untuk membangun rumah khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak bencana, nelayan, masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), dan petugas di perbatasan," tandasnya.

Baca Juga: Sempat Ditangkap Malaysia, Akhirnya 5 Nelayan RI Dibebaskan

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) menyatakan pemerintah daerah (pemda) yang memiliki daerah pesisir dapat mengajukan bantuan rumah khusus bagi masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Adanya bantuan rumah khusus tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan sekaligus menyediakan hunian yang layak huni bagi keluarganya penerima manfaat penyediaan rumah khusus ini harus memenuhi beberapa kriteria.

Adapun target penerima bantuan rumah khusus yakni masyarakat nelayan yang bertempat tinggal di kawasan pesisir pantai dan bermata pencaharian sebagai nelayan, masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi terpencar di pulau terluar, daerah terpencil, daerah tertinggal, hingga masyarakat korban bencana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini