Menko Airlangga Ingin Kelapa Masuk Rantai Perdagangan Internasional

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463437 menko-airlangga-ingin-kelapa-masuk-rantai-perdagangan-internasional-3zxHHv8Ysi.jpg Menko Airlangga Kembangkan Produksi Kelapa dengan Teknologi. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Kelapa salah satu komoditas ekspor yang penting pada tanaman perkebunan. Oleh karena itu, produktivitas kelapa sangat perlu ditingkatkan.

“Kelapa harus masuk dalam rantai nilai global untuk mendapatkan nilai komoditas yang optimal dalam perdagangan internasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara 49th International Cocotech Conference and Exhibition, Senin (30/8/2021).

Untuk mendukung hal tersebut, Menko Airlangga mengatakan bahwa smart farming dapat meningkatkan produksi pertanian secara signifikan, baik dari segi produktivitas maupun keberlanjutan. Penerapan smart farming pada tanaman kelapa adalah untuk pengecekan kesehatan tanah, irigasi mikro, diversifikasi tanaman/agroforestry, palm climbing machine, robotic palm harvestors, neera harvestors, red palm weevil detector, air blast sprayer, surveillance plant condition using image analysis/ machine learning, pathogen detection, dan automation in coconut tissue culture.

Baca Juga: Dampak Besar PPKM terhadap Turunnya Ekspor Industri

“Teknologi inovatif untuk pengembangan kelapa berkelanjutan adalah hilirisasi produk kelapa seperti minyak kelapa, minyak kelapa murni, dan fitonutrien yang memiliki nilai tambah produk yang tinggi,” tutur Menko Airlangga.

Selain itu, produk kelapa juga beragam seperti air kelapa, santan, nata de coco, kelapa kering, gula kelapa, bricket, karbon aktif, serat sabut kelapa, coco peat, dan lainnya. Dari segi lingkungan, aspek ramah lingkungan dari buah kelapa merupakan kapasitasnya dalam menyerap karbon sekitar 5,6 ton CO2/ha per tahun dan penerapan agroforestri kelapa.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021

Menko Airlangga berharap negara-negara anggota International Coconut Community (ICC) dapat terus mendukung pembangunan kelapa berkelanjutan di negaranya masing-masing mengingat kontribusi kelapa yang besar tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan. Hal ini sangat penting karena lebih dari 95% kepemilikan kelapa merupakan petani kecil yang keberadaannya perlu diperhatikan.

Menko Airlangga menegaskan, Pemerintah Indonesia juga akan terus mendukung sektor kelapa dan sekretariat ICC yang ada di Indonesia.

“Saya berharap konferensi dan pameran ini dapat menginspirasi semua negara penghasil kelapa untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi dari hilirisasi industri kelapa dan meningkatkan produktivitas dengan menggunakan teknologi,” pungkas Menko Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini