JAKARTA - Kasus virus corona di Indonesia terus menurun. Namun pemerintah tetap mewaspadai hal-hal yang bisa menyebabkan penyebaran virus.
Salah satu yang dikhawatirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah kemacetan di Jalur Puncak, Bogor. Dirinya khawatir terjadi klaster Covid-19 dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menuju Puncak, Bogor.
Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait kecemasan Sri Mulyani saat jalur Puncak padat, Selasa (31/8/2021):
1. Sri Mulyani Bersyukur Kasus Covid-19 Turun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengucap syukur terhadap episode terbaru Covid-19 di Indonesia. Di mana perkembangan Covid-19 saat ini mulai turun, baik dari kasus infeksi maupun kematian.
Baca Juga: Jalur Puncak Ramai Lancar di Akhir Pekan
"Episode Covid-19 dari Maret dan saat ini yaitu kita harus syukuri. Alhamdullilah sudah turun dan kita juga harus tetap waspada," kata Sri Mulyani.
2. Sri Mulyani Khawatir
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengkahwatirkan adanya kemacetan di daerah Puncak Kabupaten Bogor yang bisa membuat kasus Covid-19 melonjak.
Baca Juga: Jalur Wisata Puncak Akan Diberlakukan Ganjil Genap demi Urai Kemacetan
"Kasus Covid-19 kita sudah mulai mereda meskipun Presiden mengingatkan ini tidak untuk kita kemudian lengah. Penurunan kasus harian kita 13.482, kemarin hari Sabtu-Minggu katanya di puncak terjadi kemacetan total dan lain-lain, kita khawatir," kata Sri Mulyani.
3. Sri Mulyani Dorong Vaksinasi
Sri Mulyani mengatakan, vaksinasi menjadi penting untuk mendorong ketahanan masyarakat dari covid-19. Apalagi ke depannya dimungkinkan pandemi akan berubah menjadi endemi. Di samping itu adalah penguatan protokol kesehatan dan testing serta tracing.
"Semua mengatakan bahwa ini pandemi akan menjadi endemi, hanya gimana negara mendesain. Apa triggernya ini menjadi endemi atau kasus gak hilang begitu saja dan ancaman bagi jiwa diminimalir, ini menjadi perjunangan untuk kita sekarang ini," bebernya.
4. Target Vaksinasi
Sri Mulyani menambahkan pemerintah terus mengakselerasi vaksinasi dari covid-19. Pekan ini vaksinasi secara nasional ditargetkan bisa mencapai 100 juta dosis.
"RI sekarang di 96,5 juta. Menurut Menkes (Budi Gunadi Sadikin) nanti akan diupayakan Minggu ini tembus 100 juta dan sekarang termasuk di negara di atas 100 juta vaksinasinya," jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.