Share

Jadi Digital, Bank Neo (BBYB) Rencana Rights Issue Rp2,5 Triliun

Selasa 07 September 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 278 2467378 jadi-digital-bank-neo-bbyb-rencana-rights-issue-rp2-5-triliun-MUn58w08N8.jpg Rights Issue Bank Neo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana Rp2,5 triliun. Dana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan bank digital Rp3 triliun, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bank Neo Commerce (BNC) Tjandra Gunawan mengatakan, selain untuk memenuhi ketentuan OJK, aksi korporasi ini dilakukan juga untuk memuluskan rencana perseroan menjadi bank digital. Dana rights issue ini akan dialokasikan untuk investasi infrastruktur teknologi informasi, sumber daya manusia, dan budaya perusahaan.

Baca Juga: Bank Neo (BBYB) Rugi Rp132 Miliar Efek Digital, Kok Bisa?

”Kami optimistis bisa memenuhi ketentuan OJK akhir 2021. Per Juni 2021, ekuitas BNC mencapai Rp1,2 triliun,”ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (7/9/2021).

Semester I, BNC menyalurkan kredit sebesar Rp3,8 triliun, naik 30% lebih dibandingkan Juni 2020 Rp2,9 triliun. Peningkatan ini tentunya berimbas pada kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 42% menjadi Rp136 miliar pada periode itu. Aset emiten ini naik 75% menjadi Rp 7 triliun.

Baca Juga: Rights Issue Bank Neo Kelebihan Permintaan

Hal ini dimotori pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BNC sebesar 70% menjadi Rp 5,1 triliun. Hal ini membuktikan bahwa BNC semakin dipercaya oleh masyarakat.

Di sisi kualitas kredit, per Juni tahun ini rasio kredit bermasalah terhadap total kredit (Non Performing Loan/NPL) bank mengalami kenaikan di Juni 2021 menjadi 3,42% dari posisi Juni 2020 yang sebesar 2,75%. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 74,46% atau menurun dari posisi 97,94% pada Juni 2020 lalu.

Kemudian, beban operasional BNC pada paruh pertama tahun 2021 ini meningkat sangat signifikan yaitu dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021. Hal tersebut berkontribusi terhadap rugi sebelum pajak perseroan sebesar Rp132 miliar di paruh pertama 2021. Dia menilai, kerugian itu dipicu aksi investasi masif perseroan untuk bertransformasi mejadi bank digital. Saat ini, perseroan dalam fase menanam investasi, sehingga tidak bisa langsung memetik keuntungan.

Dirinya juga memastikan, BNC tetap fokus menggarap produk dan layanan digital, termasuk fitur baru di aplikasi Neo+, yang kini telah diunduh 6 juta. Dengan modal unduhan sebesar itu, BNC memiliki modal kuat untuk sukses di bisnis bank digital.

“Kami memilik visi menjadi bank digital terbesar di Indonesia. Ekosistem kami juga cukup baik, karena menjadi bagian dari Akulaku. Ini menjadi modal kami mencetak profit,” tegas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini