Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelatihan Kartu Prakerja Harus Terintegrasi dengan Kebutuhan Industri

Michelle Natalia , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |17:19 WIB
Pelatihan Kartu Prakerja Harus Terintegrasi dengan Kebutuhan Industri
Kartu Prakerja. (Foto:: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB University Hermanto menilai program Kartu Prakerja mesti ditingkatkan supaya hasilnya lebih maksimal. Misalnya pelatihan Kartu Prakerja banyak yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Rektor Perbanas Institute ini juga menggarisbawahi, pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita banyak hal baru, termasuk di antaranya pola baru dalam kegiatan pembelajaran, yakni cara belajar dalam jaringan (daring) yang ternyata memiliki efekftivitas tersendiri secara waktu dan biaya, khususnya dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Karena itu, meski pada Semester I 2022 pelatihan di Kartu Prakerja direncanakan juga berlangsung secara luring atau offline, program ini harus tetap mempertahankan karakter khas dan pasar yang sudah terbentuk selama ini. Pelatihan secara daring jangan dihilangkan sama sekali,” kata Hermanto, Kamis (9/9/2021). 

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 20 Dibuka Siang Ini Pukul 12.00 WIB!

Hermanto mencatat beberapa hal terkait masukan atas program Kartu Prakerja yang sudah berjalan 18 bulan dalam 19 gelombang serta menjangkau 9,88 juta orang penerima manfaat yang tersebar di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi.

“Semoga pelatihan-pelatihannya makin banyak yang terintegrasi dengan link-up kebutuhan industri. Sementara itu, untuk lulusan Prakerja yang ingin terjun ke dunia wirausaha bisa terkoneksi dengan lembaga keuangan mikro,” katanya.

Dia memaklumi, karena datangnya pandemi Covid-19, Kartu Prakerja juga berfungsi sebagai program semi bantuan sosial, selain visi utama untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja kita. Menurut Hermanto, pandemi ini merupakan hal besar yang sama sekali tak terduga.

“Maka wajar jika Kartu Prakerja yang sudah direncanakan dengan serius sebelum terjadinya pandemi kemudian fungsinya menjadi semi bansos dengan tingginya penggunaan insentif untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Pada kenyataannya, banyak yang kehidupannya terbantu dari program ini,” urainya.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 20 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Hermanto menekankan, jika dikelola baik dan terus melakukan berbagai perbaikan, bukan mustahil, dengan kapasitas teknologi digital di dalamnya, program Kartu Prakerja bisa jadi agen penyalur tenaga kerja yang efektif dan bisa diandalkan.

“Kartu Prakerja ini sudah punya segmen tersendiri. Tinggal kuatkan fungsi search and matchnya. Baik dengan dunia kerja maupun lembaga pembiayaan,” ungkap doktor ekonomi dari Lincoln University, Selandia Baru ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari memaparkan bahwa ekosistem Kartu Prakerja sudah menjaring tiga job portal untuk memberikan fitur ‘job recommendation’ di dashboard masing-masing peserta.

“Misalnya, seorang penerima Kartu Prakerja menyelesaikan pelatihan desain grafis, maka ia akan menerima informasi lowongan pekerjaan di bidang itu di berbagai lokasi se-Indonesia,” urainya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement