Share

5 Fakta IHSG Sepekan, Turun 0,52% hingga Aksi Beli Asing Rp257,28 Miliar

Hafid Fuad, Sindonews · Minggu 12 September 2021 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 278 2469953 5-fakta-ihsg-sepekan-turun-0-52-hingga-aksi-beli-asing-rp257-28-miliar-lGXm0lagjw.jpg IHSG (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Aktivitas perdagangan pasar saham tercatat variatif dalam sepekan terakhir 6-10 September 2021. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/9/2021).

Demikian juga dengan rupiah di akhir perdagangan pasar spot yang ditutup menguat. Namun bagaimana kinerja IHSG sepekan terakhir? Berikut fakta-fakta menarik tentang pergerakan IHSG sepekan, Minggu (12/8/2021):

1. IHSG Sepekan Melemah

Secara akumulasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,52% pada pekan ini atau berada di level 6.094,873 dari posisi 6.126,921 pada penutupan pekan lalu.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,52% dalam Sepekan, Berakhir di Level 6.094

Kemudian, nilai kapitalisasi pasar Bursa turut mengalami penurunan tipis sebesar 0,07% menjadi Rp7.369,549 triliun dari Rp7.374,530 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa meningkat 6,75% menjadi 21,241 miliar saham dari 19,898 miliar saham pada pekan yang lalu. Sementara itu, rata-rata frekuensi harian Bursa turut mengalami peningkatan sebesar 3,86% menjadi 1.377.779 transaksi dari 1.326.596 transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, data rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) selama sepekan juga meningkat sebesar 0,82% menjadi Rp11,097 triliun dari Rp11,007 triliun pada pekan lalu.

2. Investor Catat Beli Bersih

Investor asing pada perdagangan mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp257,28 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp22,433 triliun. Pelemahan yang terjadi di pasar saham terjadi saat pencatatan efek tengah marak.

3. Ramai Pencatatan Perdana

BEI menyebutkan bahwa pada pekan ini, terdapat 9 Pencatatan Perdana Saham di BEI yang 5 di antaranya tercatat pada Rabu (8/9/2021).

Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, BEI kedatangan 2 Perusahaan Tercatat ke-30 dan ke-31 tahun 2021 pada Senin (6/9/2021), yaitu PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) serta PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang keduanya tercatat di Papan Pengembangan BEI. “Selain saham, GPSO dan OILS masing-masing juga mencatatkan waran di BEI,” papar Aji.

Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke 6.094

Pada keesokan harinya, Selasa (7/9/2021) PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) resmi menjadi Perusahaan Tercatat ke-32 pada tahun 2021 di BEI. MCOL yang tercatat pada Papan Utama BEI ini merupakan Perusahaan Tercatat pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal dan industri Coal dengan sub industri Coal Production.

Pada Rabu (8/9/2021), BEI kedatangan 5 Perusahaan Tercatat sekaligus dalam satu hari perdagangan, kelima Perusahaan tersebut ialah PT Global Sukses Solusi Tbk, (RUNS), PT Cemindo Gemilang Tbk, (CMNT), PT Kedoya Adyaraya Tbk, (RSGK), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, (SBMA), serta PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Lima perusahaan tersebut merupakan Perusahaan Tercatat ke-33, ke-34, ke-35, ke-36, dan ke-37 di BEI.

4. Marak Surat Utang

Pada pekan ini, terdapat pula 8 pencatatan Obligasi, 2 pencatatan Sukuk Mudharabah, dan 2 pencatatan Sukuk Ijarah di BEI. Diawali pada Rabu (8/9), PT Sinas Mas Multiartha Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha, dengan nominal sebesar Rp705,70 miliar. Pada hari yang sama, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Sulutgo Tahap I Tahun 2021, dengan nominal sebesar Rp750 miliar.

Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Hutama Karya Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Hutama Karya Tahap I Tahun 2021, dengan nilai Obligasi sebesar Rp1 triliun serta dana Sukuk senilai Rp500 miliar.

Selanjutnya pada Kamis (9/9), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021, dengan nilai Obligasi sebesar Rp1,75 triliun serta dana Sukuk senilai Rp750 miliar. Masih pada hari yang sama, PT Polytama Propindo menerbitkan Obligasi II Polytama Propindo Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah II Polytama Propindo Tahun 2021, dengan nilai Obligasi sebesar Rp319,50 serta dana Sukuk senilai Rp160 miliar.

Selanjutnya, PT Angkasa Pura I (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura I Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Angkasa Pura I Tahap I Tahun 2021, dengan nilai Obligasi sebesar Rp1,11 triliun serta dana Sukuk senilai Rp496 miliar. Pada akhir pekan atau Jumat (10/9/2021), PT Bank KB Bukopin Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank KB Bukopin Tahap I Tahun 2021 serta Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Bank KB Bukopin Tahap I Tahun 2021, dengan nominal sebesar Rp1 triliun untuk Obligasi Berkelanjutan dan Rp1 triliun untuk Obligasi Subordinasi.

5. Total Emisi Obligasi

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 71 emisi dari 47 Perusahaan Tercatat senilai Rp68,44 triliun. Total emisi Obligasi serta Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 484 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,35 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.325,01 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp6,17 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini