IHSG Sepekan Menguat 0,19%, Berikut 5 Faktanya

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 278 2476877 ihsg-sepekan-menguat-0-19-berikut-5-faktanya-cqnrv6hzEZ.jpg IHSG Sepekan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan merespon redanya kekhawatiran dampak dari Evergrande. Sementara itu sinyal Federal Reserve terlihat akan mempertahankan stimulus moneter saat ini sedikit lebih lama.

Sehingga ada harapan pasar bergairah kembali. Namun apa saja yang terjadi dalam bursa saham nasional sepanjang satu pekan terakhir? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait IHSG sepekan, Minggu (26/9/2021):

1. IHSG Sepekan di Zona Hijau

Aktivitas perdagangan di pasar saham dalam sepekan terakhir, 20 – 24 September 2021 tampak bergerak di zona hijau, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,19% ke level 6.144,815. Pada penutupan pasar pekan sebelumnya, IHSG bertengger pada level 6.133,246.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,52% dalam Sepekan, Berakhir di Level 6.094

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono mengatakan, senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mengalami peningkatan 0,69% menjadi Rp7.538,707 triliun dari Rp7.487,290 triliun pada pekan lalu.

2. Rata-Rata Kinerja Harian

Lalu rata-rata frekuensi harian Bursa juga meningkat sebesar 1,40% menjadi 1.376.543 transaksi dari 1.357.562 transaksi pada pekan sebelumnya.

Selanjutnya peningkatan sebesar 1,33% terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menjadi Rp12,752 triliun dari Rp12,584 triliun pada pekan lalu.

Baca Juga: 5 Fakta IHSG Sepekan Menguat, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.374 Triliun

Penurunan hanya terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 6,09% menjadi 21,186 miliar saham dari 22,560 miliar saham pada pekan yang lalu.

3. Investor Asing Nett Buy

Para investor asing, pada penutupan perdagangan Jumat kemarin mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,592 triliun dan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp27,579 triliun.

4. Peluncuran Produk ETF Terbaru

Sepekan kemarin PT BNP Paribas Asset Management meluncurkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) pertama, yaitu Reksa Dana Indeks BNP Paribas IDX Growth30 ETF (Kode ETF: XBIG), seremoni peluncuran dari produk tersebut diselenggarakan secara virtual pada Selasa (21/9/2021).

XBIG merupakan alternatif dan peluang diversifikasi bagi para investor untuk menangkap momentum pertumbuhan dari 30 Perusahaan Tercatat yang berada pada Indeks IDX Growth30.

5. Kinerja Pasar Obligasi

Kemudian pada Rabu (22/9/2021) PT Duta Anggada Realty Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Duta Anggada Realty Tahap II Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nominal obligasi sebesar Rp92 miliar, dengan tingkat bunga 11,5% dan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi.

Hasil pemeringkatan dari PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi ini adalah irBBB+ (Triple B Plus). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 74 emisi dari 48 Perusahaan Tercatat senilai Rp69,53 triliun. Total emisi obligasi serta sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 487 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,74 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.325,01 triliun dan US$400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp6,17 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini