IHSG Turun ke 6.589 pada Jeda Sesi I

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 278 2486751 ihsg-turun-ke-6-589-pada-jeda-sesi-i-eakdhnfp1p.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun pada jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG melemah 36,76 poin atau 0,55% ke 6.589.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (15/10/2021), terdapat 202 saham menguat, 271 saham melemah, dan 181 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,21 triliun dari 12 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

 Indeks LQ45 turun 8,43 poin atau 0,87% ke 964,22, indeks JII turun 3,04 poin atau 0,52% ke 582,01, indeks IDX30 turun 4,63 poin atau 0,89% ke 512,91, dan indeks MNC36 turun 3,95 poin atau 1,19% ke 327,48.

Baca Juga: IHSG Meroket ke 6.662, Dibuka Menguat 0,55%

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) naik Rp42 atau 19,63% ke Rp256, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) naik Rp190 atau 9,22% ke Rp2.250, dan saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) naik Rp17 atau 8,63% ke Rp214.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) turun Rp13 atau 6,70% ke Rp181, saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) turun Rp11 atau 6,47% ke Rp159, dan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp35 atau 5,34% ke Rp620.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Terus Menguat, Investor Diingatkan Tetap Waspada

Sementara itu, menurut Indonesia Value Investor dan Direktur PT Indonesia Utama Mandiri Rivan Kurniawan, pergerakan IHSG di sepanjang Oktober seperti menyusul ketertinggalan dari sejumlah indeks lainnya. Di mana, IHSG hampir sepanjang tahun ini lebih banyak bergerak sideways di sekitar level 6.000 – 6.200an.

“Pergerakan IHSG di sepanjang bulan Oktober ini seperti menyusul ketertinggalan dibandingkan dengan sejumlah indeks lainnya. Di mana kita tahu, misalkan seperti Dow Jones, kemudian Nasdaq yang kenaikan year to datenya sudah mencapai di kisaran 15 – 20 persen sepanjang tahun ini,” katanya dalam Power Breakfast IDX Channel.

Rivan menjelaskan, dengan kenaikan IHSG kurang lebih sekitar 8 persenan pada Oktober, ini memberikan return kurang lebih sekitar 10 – 11 persen secara year to date. Kondisi ini juga didukung dengan adanya beberapa sentimen positif di market.

Lebih lanjut, menurutnya, kekhawatiran investor terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) yang terus meningkat sudah mulai mereda. Adapun inflasi AS saat ini dinilai masih cukup tinggi, namun sudah tidak setinggi bulan sebelumnya.

“Kekhawatiran investor terhadap inflasi yang akan terus meningkat ini mulai mereda, karena ini mengindikasikan juga bahwa kenaikan inflasi yang terjadi di Amerika bersifat transitory. Kemudian, secara bond yield juga masih cukup stabil ya tidak terlalu melonjak tinggi juga. Nah, ini sedikit banyaknya menumbuhkan optimisme daripada investor,” ujar Rivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini