Raup Dana IPO Rp29,7 Miliar, IDEA Yakin Bisnis Jasa Pendidikan Tumbuh

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 278 2471084 raup-dana-ipo-rp29-7-miliar-idea-yakin-bisnis-jasa-pendidikan-tumbuh-2hWd7DEPgc.jpg Idea Indonesia akademik yakin bisnis jasa pendidikan tumbuh (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Emiten jasa pendidikan PT IDeA Indonesia Akademi Tbk (IDEA) telah menyiapkan strategi bisnis untuk tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Dana yang berhasil dihimpun dari penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp29,74 miliar akan digunaan untuk merampungkan pembangunan asrama dan hotel yang dikelola anak usaha.

Direktur Utama IDEA Eko Desriyanto menjelaskan sebesar Rp5 miliar dari hasil IPO digunakan untuk penyelesaian pembangunan asrama dan rencana pembangunan akan mulai dilaksanakan paling lambat tiga bulan setelah penawaran umum perdana saham selesai.

Baca Juga: IPO, Alasan Idea Indonesia Cari Dana Segar di Bursa

“Kemudian sebesar Rp15 miliar akan digunakan untuk penyertaan saham di entitas anak yaitu PT AIP. Rinciannya, sebesar Rp11 miliar untuk penyelesaian hotel yang dimiliki PT AIP dan Rp4 miliar sebagai modal kerja PT AIP,” ungkapnya.

Selanjutnya, sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja IDEA sehubungan dengan rencana ekspansi perseroan di berbagai kota di Indonesia yang mana akan digunakan untuk biaya penyelenggaraan pelatihan, pembelian bahan perlengkapan, biaya akomodasi, gaji pegawai, biaya listrik, biaya operasional kantor, dan biaya promosi.

Eko juga menambahkan, perseroan akan fokus mengembangkan metode pembelajaran hybrid learning. Platform pelatihan hybrid learning merupakan kombinasi antara belajar online dengan belajar praktik langsung di Industri. Untuk melaksanakan hybrid learning ini, IdeA Indonesia Akademi telah menjalin kerjasama dengan beberapa grup hotel besar, diantaranya Archipelago Internasional yang membawahi Aston Hotels Group.

Disampaikannya, IDeA akan menjadi pionir dalam membangun hybrid learning di antara pendidikan vokasi yang ada di Indonesia. Hybrid learning ini, lanjutnya, tidak hanya menyasar pencari kerja atau calon wirausaha, namun juga profesional yang ingin meningkatkan kapasitas diri dan profesionalismenya.

Dirinya optimis dapat menjaring 10.000 peserta didik melalui hybrid learning yang mana pertumbuhannya akan signifikan dibandingkan dengan kegiatan pelatihan selama ini yang menjaring sekitar 1.000 peserta per tahun. “Dengan platform hybrid learning ini, program IDeA dapat diakses oleh seluruh masyarakat di pelosok Indonesia, bahkan manca negara," ujarnya.

Perseroan resmi menjadi emiten ke-38 yang melantai di pasar modal tahun ini. Pada debut perdananya, saham IDEA naik 14 poin atau 10% ke harga Rp154 per saham. Perseroan menawarkan sebesar 212.487.500 lembar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran dipatok di Rp140 per saham. Dengan demikian IDEA memperoleh dana segar Rp29,75 miliar.

Terdaftarnya PT Idea Indonesia Akademi Tbk di Bursa Efek Indonesia menambah optimisme jajaran direksi dan manajemen perseroan bahwa bisnis jasa pendidikan dan pelatihan vokasi bidang tourism, hospitality, culinary, pastry–bakery, dan creative economy memiliki masa depan yang scalable dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini