Besok IPO, Alasan Idea Indonesia Cari Dana Segar di Bursa

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 278 2468004 besok-ipo-alasan-idea-indonesia-cari-dana-segar-di-bursa-bPGfscrdke.jpg Idea Indonesia Segera IPO di BEI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – PT Idea Indonesia Akademi Tbk segera melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Kamis 9 September 2021. IPO dilakukan untuk membangun kepercayaan investor.

“Kami melihat ada growth opportunity yang exponential pada IPO ini. Dari sisi internal, ketika kami melantai di bursa efek Indonesia, Idea akan menjadi perusahaan yang otomatis work government corporation, sementara dari sisi eksternal kami melihat ada peluang untuk melipatgandakan growth yang lebih cepat. Dan yang terakhir adalah trust public. Ini penting karena dapat menumbuhkan bisnis IDEA ke depan,” terang Direktur Utama PT Idea Indonesia Akademi Tbk, Eko Desriyanto saat diskusi di Market Review IDX Channel, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Daftar 5 Perusahaan yang Melantai di BEI Hari Ini

Lebih lanjut, fokus dari Idea Akademi adalah pendidikan pelatihan vokasi khusus pada bidang perhotelan, kapal pesiar, dan tata boga berbasis industri. Selain itu, perusahaan juga memberikan layanan jasa hotel, restoran, dan manajemen operator hotel edukatif.

Di samping itu, terkait kinerja keuangan perusahaan, Eko memaparkan sejak berdirinya IDEA Akademi secara korporasi pada 2019 hingga 2020, perusahaan telah mengalami peningkatan laba tiga kali lipat. Kemudian peningkatan terus terjadi hingga pada 2021 secara date on date.

Baca Juga: 5 Perusahaan Melantai di Bursa, Incar Dana IPO Rp49 Miliar hingga Rp1,1 Triliun

“2021 kemarin kami mengalami peningkatan pendapatan juga. Tetapi untuk profitnya kami mengalami penurunan karena ada biaya yang meningkat ketika pandemi,” jelasnya.

Sehubungan dengan peningkatan laba yang terjadi signifikan, Eko menuturkan bahwasannya selama pandemi, lembaga pelatihan membuka program hybrid learning. Dimana dengan program ini pihaknya optimis kinerja keuangan perusahaan pada 2021 akan jauh lebih baik lagi.

“Walaupun lembaga pelatihan kami tidak bisa mengadakan pelatihan secara offline, tetapi kami ada pelatihan secara hybrid. Dengan hybrid learning ini membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memacu kinerja keuangan di 2021 dengan optimal,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini