BI Injeksi Likuiditas Rp118 Triliun ke Perbankan

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2471198 bi-injeksi-likuiditas-rp118-triliun-ke-perbankan-k0le32ta1a.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan BI berusaha menjaga agar likuiditas perbankan tetap longgar. BI pun tetap menambah likuiditas atau melakukan quantitative easing (QE) di perbankan.

"Hingga 31 Agustus 2021, BI sudah melakukan injeksi likuiditas di perbankan sebesar Rp118,4 triliun. Kebijakan QE ini melanjutkan injeksi likuiditas tahun 2020 yang mencapai Rp726,57 triliun," ungkap Destry dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: BI Sebut Ekonomi Indonesia Kembali Bergeliat meski Ada Varian Delta

Hal ini berarti jumlah injeksi likuiditas oleh BI sejak tahun 2020 hingga 31 Agustus 2021 mencapai Rp844,92 triliun atau setara 5,3% PDB.

Injeksi liikuiditas tersebut mendukung likuiditas perekonomian yang tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1), yang hingga Juli 2021 tumbuh 14,9% year on year (yoy). Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) tercatat tumbuh 8,9% yoy.

Baca Juga: Harga Jual Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Bukan Rp100 Juta, Cek 4 Faktanya

"Selain itu, kondisi likuiditas perbankan yang longgar terlihat pada rasio Alat Likuid Terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yaitu 32,51% dan pertumbuhan DPK sebesar 10,43% yoy," pungkas Destry.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini