Erick Thohir Sebut Transformasi BUMN Mulai Kelihatan Hasilnya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472333 erick-thohir-sebut-transformasi-bumn-mulai-kelihatan-hasilnya-3EoVpJE6Jq.png Erick Thohir soal Transformasi BUMN (Foto: Instagram/@erickthohir)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut transformasi BUMN sudah mulai kelihatan hasilnya. Salah satu contohnya yakni enam subholding milik PT Pertamina (Persero).

Contoh lain adalah temuan sumber gas dan minyak baru, yang setelah dikonsolidasi memiliki potensi hingga 204 juta barel. Kemudian, petrochemical yang mencatatkan keuntungan hingga 322 juta dolar AS.

Erick mencatat, capaian BUMN di sektor migas dan energi tersebut dikarenakan adanya efisiensi dan fokus pada operasional bisnis. Sehingga, perseroan mampu mencatatkan keberhasilan atau mampu mewujudkan agenda transformasi.

"Di mana, terjadi efisiensi dan juga fokus kepada bisnisnya, dan akhirnya ada keunggulan dalam hal operasi. Kita bisa lihat sub-sub holdingnya juga sudah menghasilkan dengan baik," ujar Erick, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Pemegang saham pun berharap keberhasilan serupa juga bisa digapai BUMN di sektor lainnya. Saat ini, upaya transformasi di semua perusahaan terus didorong.

Sebelumnya, Erick mengungkapkan empat cara melakukan transformasi di lingkungan perusahaan plat merah. Transformasi dilakukan guna meningkatkan kontribusi dividen, pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selama 10 tahun terakhir, berkontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp3.290 triliun. Jumlah itu terdiri dari setoran pajak, PNBP, dan dividen. Meski begitu, pemegang saham meminta perusahaan tetap memaksimalkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan makro ekonomi nasional.

Implementasi transformasi, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari peleburan, restrukturisasi, hingga pembentukan klaster berdasarkan bisnis inti perusahaan. Namun, dilihat dari kontribusi BUMN terhadap perekonomian bangsa.

Sebab itu, dia meminta manajemen terus meningkatkan bisnis perusahaan agar secara maksimal mendukung pendapatan negara, meski di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, paling tidak perseroan mampu meningkatkan kontribusinya dibandingkan tahun-tahun lalu.

Pemegang saham juga memastikan rantai pasok dan ekosistem perusahaan tetap terjaga agar bisa efisiensi dan sehat. Harapan ini menjadi indikator kedua, dimana, BUMN bisa bersaing dalam iklim pasar yang terbuka di kanca global.

Untuk mencapai level tertinggi di market global, setidaknya perseroan harus menguatkan model bisnisnya berdasarkan kerangka digitalisasi.

Ketiga adalah Public Service Obligation (PSO) BUMN. Pada aspek pelayanan masyarakat ini, pemegang saham menginginkan adanya efek positif kinerja perusahaan terhadap masyarakat luas. Misalnya, memudahkan pembiayaan bagi pelaku di sektor ultra mikro.

Keempat, terkait dengan kepemimpinan di internal BUMN. Erick meminta, agar manajemen tetap melanjutkan program transformasi yang sudah dilakukan manajemen sebelumnya. Penegasan ini disebabkan adanya program yang tidak bersifat sustainable atau berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini