Uji Beban Jembatan Wai Kaka dengan 18 Truk, Hasilnya?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 470 2472106 uji-beban-jembatan-wai-kaka-dengan-18-truk-hasilnya-5YhO5prLNf.jpg Uji beban jembatan menggunakan truk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan jembatan Wai Kaka yang bertempat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku sudah selesai. Tahap selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan tahap uji Beban.

Uji beban dilakukan menggunakan 18 truk dengan berat masing-masing sebesar 17,92 ton sehingga total berat 322 ton yang digunakan untuk menguji beban jembatan.

Baca Juga: Demi Sekolah Tatap Muka, Siswa di Luwu Bertaruh Nyawa Bergelantungan di Atas Jembatan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut, pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai konektivitas antar wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia.

"Konektivitas yang semakin lancar akan mengurangi biaya angkut kendaraan logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Menteri Basuk, pada keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Pasca-Longsor, Jembatan Palopo-Toraja Sepanjang 100 Meter Segera Rampung

Jembatan Wai Kaka dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku, memiliki panjang 100 meter dan lebar lantai jembatan 7 meter. Jembatan ini juga dilengkapi dengan trotoar selebar 1 meter di sisi kanan dan kiri. Konstruksi jembatan menggunakan pondasi tiang pancang baja dengan tipe bangunan bawah menggunakan 2 abutment tanpa pilar dan tipe bangunan atas berupa RBI tipe A.

Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Yudha Handita Pandjiriawan mengatakan, Jembatan Wai Kaka termasuk jembatan khusus. Untuk itu perlu dilakukan sertifikasi laik fungsi jembatan sebelum beroperasi.

“Bentang jembatan 100 meter itu termasuk jembatan khusus, jadi harus mendapat sertifikasi uji laik fungsi. Hasil uji beban hari ini akan dibahas oleh seluruh anggota KKJTJ. Kalau semua anggota oke, Pak Menteri PUPR akan mengeluarkan sertifikat laik fungsi, baru jembatan bisa dioperasikan,” ujar Yudha.

Jembatan Wai Kaka sempat putus akibat diterjang banjir pada Juni 2020 silam. Selama pembangunan jembatan permanen ini, Kementerian PUPR juga membangun jembatan darurat rangka bailey 3 x 30 meter.

Dengan tersambungnya kembali jembatan, diharapkan dapat memperlancar transportasi dan distribusi logistik bagi masyarakat setempat sehingga bisa membantu menggerakan roda perekonomian wilayah

Jembatan itu memiliki lokasi yang strategis, berada di jalur utama Trans Seram yang merupakan salah satu akses darat penting menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram, yakni Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini