Kisah Buruh Bangunan Punya Bisnis Pesawat Aeromodelling

Wahyu Rustandi, Jurnalis · Minggu 19 September 2021 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 455 2473608 kisah-buruh-bangunan-punya-bisnis-pesawat-aeromodelling-0AK3F293ND.jpg Kisah Buruh Bangunan Punya Bisnis Pesawat (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak dijadikan halangan bagi Suherman untuk berinovasi. Setahun terakhir, lelaki berusia 34 tahun ini menciptakan pesawat aeromodelling di samping pekerjaannya sebagai buruh bangunan.

Pesawat ini bahkan dapat terbang hingga radius lima ratus meter di atas permukaan tanah selama tujuh menit.

Baca Juga: Pemuda 17 Tahun Korban Bullying Kini Jadi Miliarder, Untungnya Bikin Geleng-Geleng Kepala

Pesawat aeromodelling itu Suherman buat dari barang-barang bekas seperti stirofoam, kardus, dan lakban bening sebagai lapisan untuk bagian kit body pesawat.

Urusan mesin, dia membeli bahan elektrik dan remote control di toko online kemudian merakitnya sendiri di rumah. Bahan-bahan tersebut dipilih dengan alasan biaya dan keselamatan masyarakat sekitar saat pesawat diterbangkan.

Suherman sudah menciptakan berbagai jenis miniatur pesawat aeromodelling, di antaranya pesawat jenis Boeing, Sukhoi, Cessna, serta jenis pesawat tempur lainnya.

Adapun ukuran pesawat yang dibuatnya mulai dari 1 meter untuk jenis pesawat tempur hingga yang terbesar pesawat Boeing Garuda Indonesia yang mencapai ukuran 3,8 meter.

Suherman mempelajari hal ini secara otodidak YouTube dan grup komunitas di media sosial Facebook. Meskipun begitu, dia telah berhasil meraup untung.

Dia menjual body kit pesawat mulai dari harga ratusan ribu hingga Rp1 juta tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatan pesawat yang dipesan. Sementara itu, untuk pesawat yang dipesan lengkap dengan mesin, dia menjual satu unit dengan harga sekitar Rp3 juta.

Suherman berdomisili di Kelurahan Melati, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Dia pun mendapat apresiasi dari Camat Perbaungan Muhammad Fahmi yang mengaku terkejut sekaligus bangga dengan apa yang dilakukannya. Pihak kecamatan nantinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar potensi ini bisa dibina dan didukung. Dia berharap demikian karena harga komponen elektrik yang dia gunakan terhitung mahal untuk buruh bangunan seperti dirinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini