Harga Emas Melesat, Investor Khawatir Kebangkrutan China Evergrande

Antara, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 320 2474389 harga-emas-melesat-investor-khawatir-kebangkrutan-china-evergrande-vObDBMtY8r.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

CHICAGO - Harga emas naik pada akhir perdagangan Senin waktu setempat. Kenaikan harga emas menghentikan kerugian setelah turun tiga hari sebelumnya, karena kekhawatiran tentang solvabilitas kelompok properti China Evergrande memicu pelarian ke aset safe-haven.

Namun kenaikan harga emas dibatasi oleh penguatan dolar AS menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange naik USD12,40 atau 0,71% menjadi USD1.763,80 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (17/9/2021), emas berjangka jatuh USD5,3 atau 0,3% menjadi USD1.751,40 dan kehilangan 2,3% untuk minggu lalu.

Baca Juga: Emas Antam Turun Seribu Jadi Rp917.000/Gram

Menurut Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, Bart Melek, investor bergegas mengamankan obligasi karena meningkatnya kekhawatiran gagal bayar (default) oleh Evergrande, mendorong penurunan imbal hasil yang membantu mendorong emas lebih tinggi.

“Orang-orang bereaksi terhadap apa yang terjadi di China, tetapi pertemuan Fed minggu ini juga penting. Apa pun yang menunjukkan tapering yang cukup awal akan keluar dari konsensus dan itu berarti koreksi yang cukup signifikan pada harga emas,” kata Melek, dikutip dari Antara, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun hingga Rp14.000, Segram Rp918.000

Pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve AS akan dimulai pada Selasa waktu setempat dan berakhir pada Rabu (22/9/2021) dengan pernyataan dan konferensi pers dari Ketua Fed Jerome Powell.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang kemungkinan dihasilkan dari stimulus yang meluas. Langkah hawkish The Fed akan, mengurangi daya tarik emas, sementara kenaikan suku bunga pada akhirnya juga akan meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset tanpa suku bunga.

Menurut analis, penurunan pasar saham global dan permintaan fisik yang baik di Asia juga mendukung emas. Pasar saham dunia lebih rendah karena investor khawatir tentang risiko limpahan ke ekonomi global dari masalah Evergrande di China.

"Tidak diragukan lagi ketakutan akan risiko sistemik itu ... mungkin akan masuk ke pasar," kata konsultan independen Robin Bhar.

"Kami biasanya melihat aliran ke dolar, ke emas, ke yen ketika investor khawatir," katanya lagi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 13,3 sen atau 0,6% menjadi USD22,204 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD31,4 atau 3,37% menjadi USD899,2 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini