Disetujui Sri Mulyani, Erick Thohir: PMN 5 BUMN Masih Proses Finalisasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475221 disetujui-sri-mulyani-erick-thohir-pmn-5-bumn-masih-proses-finalisasi-vSunsgVfGC.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian BUMN menyatakan bahwa Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2022 untuk lima perusahaan pelat merah telah disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meski demikian nilai yang diajukan Kementerian BUMN masih pada proses finalisasi.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut awalnya PMN 2022 untuk lima BUMN sudah disetujui pemerintah. Namun, nominalnya belum difinalisasikan.

"Lalu (PMN) tahun 2022 sendiri mohon berkenan ini angkanya sudah ada, tapi kita tunggu apakah angkanya sudah final," ujar Erick saat Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Hutama Karya Dapat Suntikan Dana Segar Rp9 Triliun, Waskita (WSKT) Rp7,9 Triliun

Adapun rincian PMN 2022 untuk lima perusahaan negara diantaranya, Perumnas sebesar Rp1,57 triliun. Dana segar itu untuk perbaikan struktur permodalan yang dialokasikan dalam program pengadaan Satu Juta Rumah bagi MBR.

Kemudian, PT PLN (Persero) senilai Rp5 triliun untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, berupa transmisi gardu induk dan distribusi listrik desa (Lisdes). Disusul, PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp23 triliun. Digunakan untuk proyek konstruksi ruas Jalan Tol Trans Sumatera dengan target tambahan panjang 162 kilometer (Km).

Baca Juga: Erick Thohir: Restrukturisasi Utang BUMN Bukan Hanya Memanjangkan Cicilan Bank

Lalu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, senilai Rp3 triliun untuk penyelesaian ruas Tol Kayu Agung- Palembang- Betung dan rusa Tol Bogor- Ciawi- Sukabumi. Terakhir, PT Adhi Karya (Persero) Rp1,98 triliun yang dialokasikan untuk proyek konstruksi.

"Untuk Perumnas bagian dari pembangunan program Satu Juta Rumah murah, nanti mohon dicek saja, lalu PLN sama listrik masuk desa, lalu HK masih dalam negosiasi ada tambahan Rp 23 triliun tambah Rp 7,5 triliun ini juga belum, nanti, lalu Waskita ini penyelesaian tol lalu sisanya buat LRT, itu saja," katanya.

Secara agregat, pemegang saham mengusulkan 12 BUMN yang perlu mendapat suntikan modal pada tahun depan. Total pagu anggaran PMN yang diajukan mencapai Rp72,44 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini