Menperin Yakin Indonesia Mampu Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Antara, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475420 menperin-yakin-indonesia-mampu-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-Fa3FalsA6r.jpg Saatnya Indonesia jadi pusat Halal dunia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Saatnya Indonesia menjadi pusat produsen halal dunia dan tidak lagi hanya sekadar menjadi konsumen. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Peningkatan permintaan makanan halal seharusnya peluang bagi industri makanan dan minuman nasional untuk melakukan ekspansi. Kemudian, juga terkait meningkatnya tren fesyen busana muslim (modest fashion), harus dapat dimanfaatkan oleh industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui ragam inovasi produk dan optimalisasi tekstil fungsional," kata Menperin saat meluncurkan Indonesia Halal Industry Award 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Program Sertifikasi Halal Gratis UMK, Apa Kelebihannya?

Untuk industri farmasi dan industri kosmetika, lanjutnya, optimalisasi pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia yang unik seharusnya dapat menjadi poin tersendiri dan mendapatkan tempat khusus di mata konsumen global.

Menteri Agus menyampaikan Kemenperin menyadari bahwa ekonomi dan keuangan syariah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik secara global maupun nasional.

Baca Juga: Dear Pelaku Usaha! Ini Cara, Biaya dan Syarat Dapat Sertifikat Halal, Cek di Sini

Berdasarkan The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021, umat muslim dunia membelanjakan tidak kurang 2,02 triliun dolar AS untuk kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan sektor-sektor syariah lainnya; meningkat 3,2% dibandingkan 2018.

Hal tersebut, salah satunya didorong oleh semakin meningkatnya populasi umat muslim dunia.

"Berdasarkan data Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life, populasi penduduk muslim di dunia pada 2020 mencapai 1,9 milyar jiwa, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 2,2 miliar jiwa atau 26,5% dari total populasi dunia di tahun 2030," ungkap Menperin.

Menurut dia, peningkatan angka tersebut tentu akan dibarengi oleh semakin meningkatnya permintaan terhadap produk dan jasa halal.

"Dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia sudah seharusnya tidak lagi menjadi konsumen halal terbesar di dunia, namun menjadi pusat produsen halal dunia," pungkas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini