Share

Kini Investasi Tak Hanya Terpusat di Pulau Jawa

Antara, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478743 kini-investasi-tak-hanya-terpusat-di-pulau-jawa-ZBIDgJS9MP.jpg Investasi tak hanya terpusat di Pulau Jawa (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan investasi di Indonesia tak lagi dimonopoli dan dititikberatkan di Pulau Jawa sejak triwulan III-2020.

"Dengan demikian, investasi sudah bergeser ke luar Pulau Jawa dengan porsi 50,5% di tahun 2020, sementara di Pulau Jawa sebesar 49,5%," kata Bahlil, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Rayu Masyarakat Investasi, Bahlil: Ada Masalah Izin Tolong Kabari Saya

Bahlil menyebutkan capaian investasi di luar Pulau Jawa senilai Rp417,5 triliun dengan 54.994 proyek, sementara di Pulau Jawa Rp408,8 triliun yang berasal dari 98.355 proyek, sehingga realisasi investasi pada tahun lalu mencapai Rp826,3 triliun.

Hal serupa terlihat pada tahun 2021, di mana porsi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 51,5% sejak Januari-Juni 2021, sedangkan di Pulau Jawa sebesar 48,5%.

Baca Juga: Korea, China hingga Jepang Berebut Investasi di Indonesia

Menurut Bahlil, realisasi investasi Indonesia dalam semester I-2021 telah mencapai Rp442,7 triliun atau 49,2% dari target Rp900 triliun.

"Untuk tahun ini, presiden memang meminta kami untuk menaikkan target dari yang dalam perencanaan Bappenas sebesar Rp856 triliun," ungkapnya.

Ia menjelaskan setidaknya terdapat tiga faktor penyebab investasi di Indonesia tak lagi dimonopoli di Pulau Jawa, pertama yaitu pembangunan infrastruktur pada periode lima tahun pertama Presiden Joko Widodo yang masif dari Aceh sampai Papua tak lagi berfokus di Pulau Jawa. Hal tersebut pun mempengaruhi pilihan investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya atau membangun industrinya.

Kedua, lanjut Bahlil, karena banyaknya industri belakangan dekat dengan sumber bahan baku, serta ketiga sistem insentif yang diberikan pemerintah di luar Pulau Jawa jauh lebih menarik daripada di Jawa.

"Jadi, ini adalah strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi lewat penciptaan kawasan ekonomi baru dengan instrumen adalah investasi," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini