Share

7 BUMN Akan Dibubarkan di 2022, Erick Thohir: Kalau Bisa Prosesnya Lebih Cepat

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 30 September 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 320 2479412 7-bumn-akan-dibubarkan-di-2022-erick-thohir-kalau-bisa-prosesnya-lebih-cepat-9C8NHlizrh.jpg Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - 7 BUMN akan dibubarkan. 7 BUMN ini dinilai sebagai BUMN 'hantu' yang tidak lagi beroperasi.

Saat ini, pembubaran 7 BUMN tidak lagi menunggu disahkannya hasil revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembubaran 7 BUMN tersebut ditarget rampung hingga 2022. Sementara, pembahasan revisi UU BUMN masih dibahas di DPR RI.

Meski pembubaran 7 BUMN melalui proses yang panjang, Erick Thohir optimis langkah tersebut mendapat dukungan dari Kementerian terkait.

"Saya rasa saya enggak mau menunggu Undang-Undang itu jadi, kalau memang bisa prosesnya lebih cepat, kenapa harus menunggu Undang-Undang," ujar Erick saat ditemui, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: 7 BUMN Segera Dibubarkan karena Mati Suri Sejak 2008

Mantan Bos Inter Milan itu menegaskan, pembubaran BUMN 'hantu' bukan wujud arogansi pemegang saham. Namun, perlu keputusan yang cepat untuk melikuidasi BUMN yang tidak lagi beroperasi.

Sebab, perusahaan yang tidak sehat dan dibiarkan berlarut-larut justru merugikan perusahaan itu sendiri. Bahkan, membuat karyawan perseroan terkatung-katung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di lain sisi pembubaran pun sebagai upaya untuk membenahi bisnis perusahaan negara lainnya, apalagi pasca Covid-19 BUMN dituntut melakukan penyesuaian model bisnis.

"Jadi tidak ada niat arogansi atau seakan-akan ingin lebih cepat karena ini perubahan pasca Covid sangat dinamis, kita harus bisa lebih cepat," katanya.

Adapun nama-nama perusahaan sudah dikantongi pemegang saham. Tiga di antaranya, PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Leces (Persero), dan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini