Berkat Batu Bara, Bongkar Muat Alat Berat IPCC Naik 32,7%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 278 2479806 berkat-batu-bara-bongkar-muat-alat-berat-ipcc-naik-32-7-8fg5MNSufo.jpg Bongkar muat IPCC meningkat ditopang komoditas batubara (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) atau IPC Car Terminal mencatat peningkatan arus bongkar muat kargo alat berat sebesar 32,79% atau setara 2.932 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2021. Pertumbuhan itu sejalan dengan sentimen positif dari kenaikan harga batu bara.

Sekretaris Perusahaan dan Investor Relations IPC Car Terminal Reza Priyambada menjelaskan, kenaikan harga komoditas batu bara tersebut tidak hanya dinilai berdampak positif pada perusahaan maupun emiten penghasil batu bara, tapi juga pada kebutuhan alat-alat berat untuk mendukung kegiatan pertambangan.

Baca Juga: Layanan Bongkar Muat Naik, IPCC Ketiban Rezeki

”Hingga Agustus 2021, terjadi peningkatan arus bongkar muat kargo alat berat khusus impor yang ditangani oleh perseroan mencapai 2.932 unit sepanjang 8 bulan pada tahun ini, dimana angka tersebut mengalami peningkatan 32,79% dibandingkan periode 8 bulan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 2.205 unit,” ujarnya.

Alat berat dengan merek Komatsu menguasai pangsa pasar bongkar muat impor di terminal perseroan dengan jumlah 815 unit sepanjang tahun hingga Agustus 2021. Bongkar muat merek tersebut meningkat 350,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah 181 unit. Diikuti dengan merek Kobelco dan Caterpillar dengan jumlah masing-masing 788 unit dan 332 unit pada sepanjang 8 bulan tahun 2021.

Baca Juga: IPCC Catatkan Pertumbuhan Bongkar Muat di Mei 2021

Sedangkan untuk kegiatan ekspor alat berat, bongkar muat merek Hitachi yang dilakukan perseroan sebanyak 804 unit. Jumlah tersebut meningkat 50,84% dibandingkan dengan kegiatan tahun sebelumnya sebanyak 533 unit. Kemudian, alat berat merek Sumitomo sebanyak 535 unit dan Caterpillar sebanyak 164 unit.

Lebih lanjut, di terminal domestik, kegiatan bongkar muat alat berat juga turut mengalami kenaikan. Permintaan akan alat-alat berat di sejumlah wilayah di luar Jakarta maupun Pulau Jawa memberikan peningkatan aktivitas bongkar muat pada segmen ini. Hingga Agustus 2021, jumlah alat berat yang telah ditangani oleh perseroan mencapai 3.923 unit atau meningkat 39,01% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sejumlah 2.822 unit.

“Kesempatan ini merupakan momentum yang baik untuk dapat meningkatkan kinerja dan mendapatkan hasil lebih baik ketimbang tahun lalu. Pada masa pandemi tahun lalu, dimana kegiatan bongkar muat relatif sepi, telah dimanfaatkan oleh perseroan untuk membenahi sarana infrastruktur dan sistem pelayanan,” tuturnya.

Pembenahan itu berdampak positif, dimana tahun ini perseroan telah siap dalam melakukan pelayanan bongkar muat kargo kendaraan, terlebih untuk kargo alat berat beserta dengan suku cadangnya. Selain itu, perseran terus melakukan transformasi, baik dari sisi bisnis dan operasional serta keuangan yang di antaranya adalah meningkatkan standar pelayanan kepada para pelanggannya.

Transformasi bisnis diwujudkan dengan melakukan digitalisasi sistem untuk memudahkan dan membantu pelayanan kepada pelanggan serta terkoneksi antar sistem, baik dari sisi internal perseroan, automaker, shipping line, maupun Bea Cukai.”Dengan semakin pulihnya industri otomotif, transformasi bisnis dan penjajakan aliansi kerja sama diharapkan berdampak positif pada kinerja keuangan dan operasional perseroan. Pun, meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui peningkatan harga saham,” kata Reza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini