Berkah Perang Dagang, Mendag: RI Kebanjiran Permintaan Produk ke Luar Negeri

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 320 2480856 berkah-perang-dagang-mendag-ri-kebanjiran-permintaan-produk-ke-luar-negeri-zE3awbKcbs.jpg Indonesia kebanjiran permintaan produk ekspor (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Indonesia kebanjiran permintaan produk ekspor. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan, permintaan ekspor produk meningkat akibat adanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Untuk itu, dia meminta pemerintah serta stakeholder terkait agar bisa memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) supaya dapat memperluas pangsa pasarnya sampai ke pasar global.

Baca Juga: Walah, RI Kekurangan 5.000 Kontainer Ekspor Tiap Bulan

“Saat ini Indonesia kebanjiran permintaan produk untuk diekspor ke luar negeri. Hal ini merupakan peluang yang luar biasa untuk mendorong ekspor nasional,” kata Mendag, Senin (4/10/2021).

Mendag mengatakan, saat ini tarif pengiriman barang ekspor melalui jalur laut mengalami peningkatan lima hingga 10 kali lipat dari sebelumnya, yaitu menjadi USD 10.000—USD 20.000 per kontainer.

Baca Juga: Tak Disangka! Potensi Ekspor UMKM Indonesia Timur Sangat Besar

“Terkait tarif pengiriman ekspor jalur laut yang meningkat, kami memberikan usulan kepada para pelaku UKM, khususnya UKM yang mengekspor produk berukuran kecil atau ringan untuk beralih dari pengiriman jalur laut ke jalur udara,” terang dia.

Mendag bilang, hal itu mengingat adanya penurunan angka penumpang pesawat yang mengharuskan perusahaan penerbangan untuk tetap terbang dengan membawa muatan kargo.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menuturkan, Kadin Indonesia akan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mencari solusi terkait tantangan dan hambatan yang dialami para pelaku usaha.

Selain itu, lanjut dia, Kadin juga terus berupaya mendorong ekspor nasional dengan memprioritaskan ekspor ke negara-negara yang memiliki comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan Indonesia. Antara lain UEA, Australia, Swiss, Hongkong, Uni Eropa, Turki, dan Korea Selatan.

CEPA merupakan perjanjian kerja sama antar negara yang dapat dioptimalkan guna meningkatkan perdagangan internasional.

Kemudian, Kadin juga berupaya membuat ekosistem yang dapat menghubungkan UKM dengan para calon buyers. Hal itu dilakukan demi mempermudah ekspor ke negara-negara tujuan.

“Rencananya, proyek ini akan dilakukan di Australia, Swiss, serta akan memanfaatkan perhelatan Expo 2020 Dubai untuk mengembangkan proyek di UEA,” tambah Arsjad.

Partisipasi Indonesia dalam Expo 2020 Dubai merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional, khususnya dalam kondisi pascapandemi Covid-19. Paviliun Indonesia akan mengenalkan lebih dari 300 UKM Indonesia siap ekspor ke pasar Timur Tengah dan dunia selama enam bulan dari 1 Oktober 2021—31 Maret 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini