Perkuat Modal, Bank Banten Bidik Dana Rights Issue Rp1,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 278 2481603 perkuat-modal-bank-banten-bidik-dana-rights-issue-rp1-8-triliun-CznQpkLuON.jpeg Bank Banten berencana rights issue (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) terus perkuat modal. Dalam waktu dekat, perseroan kembali mencari modal di pasar lewat rights issue.

Untuk diketahui, tahun lalu BEKS mendapat suntikan modal dari pemerintah provinsi Banten Rp1,5 triliun melalui PT Banten Global Development. Seperti dikutip dalam prospektusnya, perseroan akan melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan melepas 23.388.895.089 lembar saham seri C bernominal Rp34,79% atau setara 34,79% dari modal di tempat dan disetor.

Baca Juga: Terbitkan 23 Miliar Saham Baru, Bank Banten (BEKS) Kejar Target Raih Laba

Di mana harga pelaksanaan Rp77 per lembar dan jika semua pemegang saham melaksanakan HMETD-nya maka perseroan berpotensi meraup Rp1,8 triliun. Sayangnya, PT Banten Global Development pemegang 78,21% porsi saham BEKS telah menyatakan tidak akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam PMHMETD VII ini dan tidak melakukan pengalihan HMETD-nya. Terlebih, sampai dengan prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat adanya pembeli siaga.

Adapun rasio konversi, setiap pemegang 10 miliar saham lama pada pukul 16.00 Wib tanggal 12 Oktober 2021 akan mendapat 5.344.772.957 lembar HMETD. HMETD itu mulai dapat diperdagangkan atau dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Digitalisasi Dorong Saham BEKS To The Moon

Perseroan merencanakan, seluruh dana yang diperoleh dari Hasil PMHMETD VII setelah dikurangi dengan seluruh biaya akan digunakan untuk ekspansi bisnis, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65% serta penguatan struktur keuangan sekitar 35%.

Tercatat sepanjang Maret-Agustus, pendapatan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. tumbuh hingga 262% jika dibandingkan dengan Maret 2021. Kenaikan ini ditopang terutama dari pendapatan bunga dan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI). Pencapaian tersebut dilaporkan Direksi Bank Banten kepada Komisi 3 DPRD Provinsi Banten pada pekan lalu.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin mengaku optimis pendapatan akan terus bertumbuh seiring dengan upaya perseroan untuk merangkul kabupaten/kota di Banten untuk menempatkan RKUD di BEKS.

β€œInsya Allah income akan terus tumbuh seiring upaya-upaya kami untuk merangkul kabupaten/kota se-Banten untuk menjadi mitra kami. Bank Banten kini telah dinyatakan sehat oleh OJK dan siap memenuhi berbagai kebutuhan layanan jasa keuangan Pemerintah dan masyarakat. Kami optimis Bank Banten bisa meraih laba di akhir 2021,” tutur Agus.

Dia menyampaikan, Bank Banten memiliki captive market yang besar. Total APBD Pemprov Banten bersama dengan kabupaten/kota se-Banten mencapai lebih dari Rp37 triliun. Sementara total PNS mencapai lebih dari 70.000 pegawai. "Ini merupakan keunggulan utama BEKS karena kami masih banyak ruang untuk berkembang,” pungkas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini