4 Fakta Harta Mark Zuckerberg Lenyap Rp99 Triliun Gegara Facebook Down

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 320 2481595 4-fakta-harta-mark-zuckerberg-lenyap-rp99-triliun-gegara-facebook-down-Rn2IKSzkxv.jpg Mark kehilangan harta Rp99 triliun karena Facebook Cs gangguan (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harta Mark Zuckerberg lenyap USD7 miliar atau setara Rp99,5 triliun akibat WhatsApp, Facebook, dan Instagram mengalami down. Hal ini terjadi di seluruh dunia secara mendadak pada Senin malam kemarin.

Baca Juga: Facebook Down, Kekayaan Mark Zuckerberg Lenyap Rp99,5 Triliun dalam Sehari

Tak hanya itu, saham Facebook juga mengalami penurunan akibat insiden ini. Untuk informasi lebih lanjut, simak 4 fakta berikut yang telah dirangkum Okezone, Selasa (5/10/2021).

1.Saham Facebook turun 5%

Saham Facebook langsung anjlok (-5,73%) di USD 323,34 pada Selasa (5/10) pukul 01.41 WIB. Hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi Facebook yang juga menaungi WhatsApp dan Instagram.

Baca Juga: Perbaiki Fitur Keamanan, Facebook Sudah Habiskan Rp185 Triliun

2. Harta Mark Zuckerberg alami penurunan

Setelah insiden ini, kekayaan Mark Zuckerberg pun mengalami penurunan menjadi USD120,9 miliar atau setara Rp1.719 Triliun. Posisi Mark Zuckerbeg di Bloomberg Billionaires Index pun dibalap oleh Bill Gates. Mark kini berada di posisi ke-5.

3. Pihak Facebook sampaikan permintaan maaf

Melalui laman resminya, Facebook menyampaikan permintaan maaf kepada para penggunanya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun, Facebook tidak menjelaskan secara detail apa penyebab gangguan ini.

"Kami sedang berusaha untuk memulihkan semuanya menjadi normal lagi secepat mungkin, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Facebook.

4. Dugaan penyebab down

Beberapa dugaan muncul terkait masalah ini. Menurut pakar keamanan siber, gangguan ini bisa dipicu oleh kesalahan konfigurasi, yang mungkin bisa terjadi akibat adanya kesalahan di internal. Selain itu, sebuah laporan dari Reuters berasumsi bahwa sabotase dari pihak eksternal juga mungkin bisa jadi salah satu pemicu gangguan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini