Ibu Bunuh Diri akibat Pinjol Ilegal, Ketua SWI: Ini Kejahatan Sangat Berbahaya!

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 320 2481788 ibu-bunuh-diri-akibat-pinjol-ilegal-ketua-swi-ini-kejahatan-sangat-berbahaya-uDMG7jsDdz.jpg Teror Pinjol Ilegal Memakan Korban

JAKARTA - Teror pinjaman online (pinjol) ilegal kembali memakan korban. Kali ini ibu rumah tangga bunuh diri gantung diri akibat terlilit utang dari 23 pinjaman online (pinjol) ilegal

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing prihatin dengan kejadian tersebut. Dirinya berharap hal yang terjadi ini tidak terulang kembali.

"Kami prihatin dengan kejadian seperti ini dan kami sangat berharap kejadian ini tidak terulang lagi ke depan," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Ini Tinggalkan Wasiat Utang ke 27 Pinjol

Diketahui, korban yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini, sempat meninggalkan sebuah surat kepada keluarga.

Dalam suratnya, dia mengaku tidak kuat dengan penagihan pinjol dan meminta maaf kepada suami serta anak-anaknya karena telah berutang ke pinjol dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp1,6 juta sampai Rp3 juta.

"Ini juga menjadi pelajaran yang berharga bagi kita bahwa meminjam dari pinjol ilegal sangat berbahaya. Pinjol ilegal adalah kejahatan, sehingga jangan sampai jadi korban," kata Tongam.

Tongam mengingatkan peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk memberantas pinjol ilegal ini, yaitu dengan cara tidak akses ke aplikasi pinjol ilegal.

Satgas waspada investasi telah melakukan pemberantasan pinjol ilegal dengan berbagai cara, seperti edukasi masyarakat secara berlanjut agar masyarakat tidak akses ke pinjol ilegal.

Pihaknya juga mengentikan kegiatan pinjol ilegal dan memblokir situs dan aplikasinya serta mengumumkan ke masyarakat.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke satgas waspada investasi apabila ada penawaran pinjol ilegal. Kami juga mendorong masyarakat yang dirugikan pinjol ilegal dengan teror intimidasi agar lapor ke polisi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini