Mantan Bos Citilink Albert Burhan Jadi Dirut Pelita Air, Ini Kata Komut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 06 Oktober 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 320 2482252 mantan-bos-citilink-albert-burhan-jadi-dirut-pelita-air-ini-kata-komut-ByjSR5yiVT.png Kementerian BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN telah resmi mengangkat Albert Burhan sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pelita Air Service (PAS). Sebelumnya, posisi Dirut tercatat vacant (kosong) dua tahun belakangan.

Komisaris Utama PAS Michael Umbas menyebut pengangkatan Albert Burhan sebagai Dirut Pelita Air Service sudah sesuai dengan ekspektasi. Harapannya, dia dapat mengembangakn bisnis Pelita Air ke depan. Sebelumnya, posisi Dirut PAS tercatat vacant (kosong) selama dua tahun belakangan.

"Pemilihan Dirut Pelita memang sudah lama ditunggu karena kami sudah menunjuk Plt Dirut cukup lama. Sosok Albert Burhan sudah sesuai dengan ekspektasi untuk pengembangan bisnis Pelita Air ke depan," ujar Michael kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Alasan Erick Thohir Tempatkan Albert Burhan Jadi Dirut Pelita Air

Dia mencatat, tantangan bisnis aviasi cukup berat saat ini. Karena itu, manajemen harus kuat dari sisi pengalaman dan juga visioner. Salah satunya, mampu membaca peluang dan berani mengambil keputusan di tengah turbulensi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Catat Ya! Dari 7 BUMN, Industri Gelas Bakal Jadi yang Pertama Dibubarkan Erick Thohir

Manajemen PAS tengah melakukan pembenahan total secara internal saat ini. Sebab, maskapai peberbangan di bawah naungan PT Pertamina (Persero) itu cukup lama berada di zona nyaman. Langkah perbaikan, kata Michael, berupa audit terkait Good Corporate Governance (GCG) di semua lini.

"Kami Dewan Komisaris bahkan sempat menonaktifkan direktur keuangan hingga akhirnya diganti karena pelanggaran dan mismanajemen yang berdampak pada penurunan kinerja dan keuangan perusahaan," kata dia.

Selanjutnya, manajemen akan menjalankan arahan pemegang saham untuk melihat peluang bisnis ke depan, seperti potensi untuk terbang berjadwal. "Tapi semua masih dikaji dan dihitung secara cermat oleh Pertamina selaku pemegang saham PT PAS," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini