Belanja Fesyen Muslim di Indonesia USD16 Miliar, Terbesar Nomor 5 Dunia

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483231 belanja-fesyen-muslim-di-indonesia-usd16-miliar-terbesar-nomor-5-dunia-z56JNAdc0p.jpg Belanja Fesyen Muslim di Indonesia Sangat Besar. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan konsumsi fesyen muslim global meningkat menjadi USD311 miliar pada 2024, dari yang sebelumnya sebesar USD277 miliar di tahun 2019.

"Untuk Indonesia sendiri, pengeluaran untuk sektor fesyen muslim pada 2019 mencapai USD16 miliar dan termasuk lima besar negara yang dengan pengeluaran tertinggi setelah Iran, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan," ujar Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Bambang Himawan, dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).

Dengan demikian ia menuturkan sektor fesyen muslim di Tanah Air harus bisa terus dikembangkan ke depannya agar dapat menembus pasar global.

Baca Juga: Wapres: Industri Halal Bukan Sekadar Pelengkap Ekonomi

Dalam upaya mendorong pengembangan produk halal Indonesia seperti fesyen muslim, BI bekerja sama dengan berbagai mitra strategis melalui berbagai platform e-commerce untuk menyelenggarakan pameran, yang juga sebagai bagian dari kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021.

Bambang menyebutkan sektor fesyen muslim yang menjadi unggulan dalam industri halal Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dunia pada triwulan II-2021.

Baca Juga: Industri Halal Indonesia Mendunia, Caranya?

"Perkembangannya yang pesat memperlihatkan urgensi pengembangan industri halal dalam bingkai ekonomi dan keuangan syariah yang komprehensif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Oleh karenanya ia berpendapat Indonesia harus mampu mengembangkan industri halal yang dapat melayani kebutuhan pasar domestik dan secara maksimal juga bisa mengambil manfaat dalam pasar global.

Selaras dengan itu, BI berkomitmen untuk ikut dalam mengembangkan sektor industri halal yang dilakukan menggunakan pendekatan ekosistem halal value chain, yang mencakup lima sektor utama yaitu pertanian terintegrasi, makanan halal, fesyen muslim, pariwisata halal, dan energi terbarukan.

Dari lima sektor tersebut, makanan halal dan fesyen muslim, kata dia, dapat menjadi sektor unggulan yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Dengan demikian, bank sentral pun membuka Program Industri Kreatif Syariah Indonesia atau IKRA, di mana organisasi tersebut pada triwulan II-2021 telah memiliki anggota sebanyak 505 usaha di seluruh Indonesia dengan keanggotaan yang terdiri dari UMKM di sektor makanan halal dan fesyen muslim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini