Transportasi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi, Ini Penjelasan Menhub

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 320 2483307 transportasi-pendorong-pertumbuhan-ekonomi-ini-penjelasan-menhub-U3s1Kprio7.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebut transportasi jadi penyumbang pertumbuhan ekonomi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai sektor transportasi berperan penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Transportasi merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan tulang punggung proses distribusi barang maupun orang," kata Budi Karya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021 Tertinggi dalam 16 Tahun

Budi Karya mengatakan, keberadaan infrastruktur transportasi juga memiliki peran sebagai pembuka isolasi wilayah sehingga mampu mendorong konektivitas.

Selain itu, kata dia, infrastruktur transportasi menjadi salah satu aspek dalam meningkatkan daya saing produk nasional serta menopang perkembangan sebuah kota, seiring dengan urbanisasi yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global 2021 karena Kesenjangan Vaksin

Menhub menyampaikan, meski dalam kondisi pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2021 mencapai 7%. Hal ini diraih berkat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat untuk memulihkan perekonomian nasional, termasuk sektor transportasi.

"Pembangunan infrastruktur sektor transportasi dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air. Dengan terjadinya konektivitas antar daerah diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi, salah satunya karena membuat harga bahan pokok semakin terjangkau dan disparitas harga semakin terkendali," ujar Menhub.

Menhub menambahkan, pada era disrupsi digital yang tengah berlangsung, sektor transportasi harus merespon dengan berbagai inovasi. Kata dia, salah satu adanya disrupsi adalah keberadaan transportasi berbasis daring (online) yang menawarkan pemesanan dan pembayaran yang lebih praktis dan murah.

"Disrupsi ini menciptakan pasar baru dan membuka lapangan kerja baru. Hal ini bisa mematahkan transportasi konvensional, sehingga kita harus melihat peluang dengan mengembangkan SDM, beradaptasi, dan berinovasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini