Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Perbedaan MLM dan Money Game, Disimak Ya

Zikra Mulia Irawati , Jurnalis-Sabtu, 09 Oktober 2021 |13:56 WIB
3 Perbedaan MLM dan Money Game, Disimak Ya
Perbedaan MLM dan Money Game (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA  -  Kementerian Perdagangan (Kemendag), memberikan penjelasan terkait bisnis money game berkedok multi-level marketing (MLM) yang kian meresahkan. Pasalnya, bisnis ini rentan menyasar masyarakat awam. Risiko tertipu pun menjadi lebih besar.

“Masyarakat awam belum banyak yang bisa membedakan istilah Multi Level Marketing (MLM) dan money game sehingga banyak yang akhirnya ikut terjebak dalam bisnis money game dengan kedok model MLM,” kata akun Instagram resmi Kementerian Perdagangan (@kemendag), Sabtu (9/10/2021).

Baca Juga: 3 Kesepakatan Perdagangan dan Investasi RI-Australia, Menguntungkan?

Money game dan MLM sekilas terlihat mirip karena mengajak orang lain untuk menjadi anggota. Namun, jika ditilik lebih jauh lagi, keduanya sesungguhnya tidak sama. Agar tidak tertipu, berikut perbedaan money game dan MLM dari tiga aspek dasarnya.

1. Biaya Pendaftaran

Money game dan MLM sama-sama meminta biaya pendaftaran. Pada MLM, biaya itu tidak menghasilkan bonus. Namun, uang pendaftaran pada money game digunakan untuk membayarkan bonus.

Baca Juga: Mendag Pede Perdagangan RI-Australia Kembali Bangkit

2. Produk

Produk-produk MLM sudah banyak beredar di kalangan masyarakat seperti kosmetik atau obat-obatan herbal. Yang terutama, produk-produk tersebut telah memiliki izin edar.

Hal yang berbeda terjadi pada money game. Tidak ada barang apapun yang bisa dijual pada bisnis ini. Jika ada, biasanya hal itu hanyalah kedok. Duh, hati-hati, ya!

3. Program Pemasaran

Mengenai pemasaran, mitra bisnis MLM biasanya akan diberi bonus sesuai jumlah barang yang terjual. Sementara itu, money game akan memberikan bonus jika berhasil mengajak anggota baru.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement