Mendag Pede Perdagangan RI-Australia Kembali Bangkit

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478737 mendag-pede-perdagangan-ri-australia-kembali-bangkit-tewchCB1yU.jpg Mendag Muhammad Lutfi dan Mendag Australia Dan Tehan (Foto: Humas Kemendag)

JAKARTA - Indonesia bersama Australia melakukan kerja sama untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Hal ini disepakati oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan.

Mendag Lutfi dan Mendag Dan Tehan optimistis bahwa perdagangan Indonesia dan Australia akan menggeliat kembali dalam skema Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) walaupun terjadi penurunan nilai perdagangan sebesar 8,8% pada 2020 menjadi USD7,1 miliar akibat pandemi Covid-19.

"Sempat terjadi penurunan 8,8 persen. Namun, angka (perdagangan) kedua negara hanya pada Januari-Juni 2021 sudah meningkat 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan," kata Mendag Lutfi saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Catat! 3 Pengaruh Teknologi ke Pola Perdagangan Indonesia

Mendag Lutfi menyampaikan angka tersebut menjadi pertanda baik bagi kedua negara yang mengindikasikan bahwa perdagangan Indonesia-Australia akan kembali bangkit.

"Ini adalah pertanda baik, kami ingin berbuat lebih banyak untuk meningkatkannya dan mencetak sejarah bersama," ujar Mendag Lutfi.

Medag Lutfi mengakui bahwa pandemi Covid-19 menjadi kendala utama dalam perdagangan kedua negara yang datang bersamaan dengan rampungnya negosiasi IA-CEPA. Namun, Mendag Lutfi menyampaikan Indonesia dan Australia akan dapat melawannya secara bersama-sama, untuk kemudian kembali melakukan kerja sama di sektor perdagangan setelah perbatasan negara kembali dibuka secepatnya.

Baca Juga: Dukung IUEA-CEPA, Jokowi Harap Perdagangan RI Naik 3 Kali Lipat

Sementara itu, Menteri Dan Tehan menyampaikan ingin segera meningkatkan kerja sama ekonomi dengan lebih komprehensif, salah satunya di sektor investasi. Menurutnya, terdapat banyak sektor investasi yang potensial di Indonesia, termasuk pendidikan, energi terbarukan, mineral, serta logam tanah jarang.

"Menurut saya yang ingin kita lihat adalah pertumbuhan nyata dalam hubungan investasi, investasi Australia ke Indonesia," ujar Dan Tehan.

Hal lain yang dipandang potensial adalah soal pengembangan mobil listrik di Indonesia, di mana Dan Tehan meyakini bahwa Australia dapat turut berkontribusi di dalamnya.

"Kami, sangat yakin bahwa kami dapat menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, jadi itu hanya beberapa hal yang menurut saya perlu kita kerjakan," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini