Fakta-Fakta Menarik Pandora Papers, Menko Luhut Buka Suara

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 10 Oktober 2021 03:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 320 2483908 fakta-fakta-menarik-pandora-papers-menko-luhut-buka-suara-iYZeXTxOc5.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dokumen Pandora Papers membuka banyak rahasia bagaikan kotak pandora.

Penyelidikan itu melibatkan sekitar 600 jurnalis dari berbagai media termasuk The Washington Post, BBC dan The Guardian. Mereka menyelidiki sekitar 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.

Sekitar 35 pemimpin dan mantan pemimpin yang tercatat dalam berbagai dokumen yang dianalisa oleh ICIJ, menghadapi berbagai tuduhan mulai dari korupsi hingga pencucian uang dan penghindaran pajak. Bagaimana dengan pejabat Indonesia? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait dengan Pandora Papers, Minggu (10/10/2021):

1. PPATK Siap Periksa Data Panama Papers

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menegaskan akan profesional melakukan pemeriksaan data-data Pandora Papers tersebut. Karena sebelumnya juga pernah muncul Panama Papers hingga Paradise Papers yang juga heboh.

Baca Juga: PPATK Turun Tangan Selidiki Pandora Papers

"Informasi ini bukan dari lembaga resmi. Tapi kami sebagai lembaga intelijen keuangan negara akan bekerja profesional. Kami tidak akan fokus soal pejabat atau bukan, siapa pun orang Indonesia yang masuk ke dalam list itu akan menjadi perhatian PPATK. Saat ini hasil analisis dan pemeriksaan belum selesai, masih dalam proses," ujar Kepala PPATK, Dian Ediana Rae dalam akun YouTube PPATK.

Pihaknya berjanji akan melakukan verifikasi data-data. Seperti data apa yang yang masuk, nama siapa saja yang masuk dan sebagainya. Hal pertama yang dilakukan adalah memverifikasi pejabat yang disebutkan. Apakah sesuai dengan profilnya atau tidak, khususnya yang menaruh kekayaan di negara Tax Haven.

"Walaupun belum tentu ini otomatis masuk kasus penghindaran pajak. Namun secara teori negara Tax Haven digunakan untuk menghindari pajak," katanya.

2. PPATK Masih Melakukan Analisis

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae mengatakan masih melakukan analisis terkait pejabat Indonesia yang disebut dalam Pandora Papers itu. Laporan nanti akan disimpulkan dalam hasil analisis dan hasil pemeriksaan yang nantinya diserahkan ke penegak hukum. Terkait pajak, PPATK nantinya akan berkoordinasi dengan Ditjen Pajak.

Baca Juga: 4 Fakta Pandora Papers, Ungkap Skandal Pajak Pimpinan Dunia hingga Miliarder

Dian menyebut PPATK tidak akan ragu melakukan analisis meski nama yang disebut dalam Pandora Papers ialah pejabat tinggi negara. Sebab, PPATK bekerja berdasarkan UU.

"Kami diberi mandat oleh UU, kalau ada sesuatu yang mencurigakan siapa pun harus kita analisis, kita harus periksa," kata dia.

3. Menteri Luhut Beri Penjelasan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menanggapi hal ini, Menteri Luhut Binsar melalui Juru bicaranya Jodi Mahardi membenarkan beberapa pernyataan dan fakta yang beredar.

Diketahui Menteri Luhut pernah terlibat dalam perusahaan Petrocapital yang berasal dari Negara Panama dan memiliki modal disetor senilai USD5.000.000, yang salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

“Bapak Luhut B Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010,” kata Jodi.

 4. Pengembangan Bisnis

Menurut Jodi, perusahaan ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. 

“Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, sehingga Bapak Luhut B Pandjaitan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini