JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menghabiskan Rp38,11 miliar untuk biaya eksplorasi komoditas emas, nikel, dan bauksit pada kuartal III-2021.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/10/2021), kegiatan eksplorasi dilakukan di Pongkor, Jawa Barat; Tapunopaka dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara; Buli, Maluku Utara; dan Tayan, Kalimantan Barat.
"Kegiatan eksplorasi Antam di kuartal III 2021 berfokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit. Antam juga melaksanakan pengurusan izin kawasan hutan di daerah prospek dengan jumlah pengeluaran preliminary unaudited pada kuartal III 2021 sebesar Rp38,11 miliar," ujar Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan.
Untuk di wilayah Gunung Pongkor, Antam melakukan kegiatan eksplorasi emas. Kegiatan yang dilakukan di antaranya permodelan geologi dan pengeboran.
Sementara itu, eksplorasi nikel Antam yang dilakukan di daerah Pomalaa dan Tapunopaka dilakukan beberapa kegiatan, terdiri atas pemetaan geologi, percontoan core, logging core, pengukuran grid dan reukur, dan pemboran single tube.
Sedangkan di daerah Buli, kegiatan yang dilakukan antara lain pemetaan geologi, percontoan core, logging core, percontoan permukaan, pengukuran lintasan, dan pemboran single tube.
Kemudian, eksplorasi bauksit Antam yang dilakukan di Tayan dilakukan beberapa kegiatan terdiri atas pemetaan geologi, pengukuran grid, pengukuran GPS geodetik, test pit, logging test pit, percontohan test pit, dan percontohan batuan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.