Share

Waskita Karya (WKST) Bakal Terbitkan Surat Utang Rp3,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 278 2484484 waskita-karya-wkst-bakal-terbitkan-surat-utang-rp3-8-triliun-d3xV1e8ugB.jpeg Waskita karya bakal terbitkan obligasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp3,8 triliun pada 2022. Perseroan menerbitkan obligasi untuk mendanai refinancing utang yang jatuh tempo.

Sementara sisanya sekitar Rp800 miliar bakal dimanfaatkan untuk modal kerja. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan, untuk 2022 akan dilakukan emisi sekitar Rp3,8 triliun yang instrumennya terbagi dalam bentuk obligasi dan sukuk.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Gerak Cepat Garap Proyek Ibu Kota Baru

“Besarannya masih kami diskusikan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain menerbitkan obligasi dan sukuk pada 2022, pada kuartal IV-2021 ini perseroan juga berencana menambah modal dengan menerbitkan sebanyak 24,5 miliar saham Seri B dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Menurut Taufik, rights issue tersebut merupakan konsekuensi dari PMN 2021. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai PMN. Paralel dengan itu, Waskita pun segera melakukan proses registrasi ke OJK untnn ggv ffcuk rights issue.

Baca Juga: Daftar Tol yang Siap Dijual Waskita Karya, Minat Beli?

“Total target dana yang akan diperoleh sebesar Rp7,9 triliun. Ditambah Rp4 triliun. Jadi, kurang lebih Rp11,9 triliun,” jelas Taufik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dana yang terhimpun dari rights issue tersebut, rencananya akan digunakan untuk menyelesaikan proyek jalan tol, modal kerja proyek konstruksi, dan investasi pengembangan entitas anak perusahaan. Tahun depan, perseroan memproyeksikan nilai kontrak baru berkisar antara Rp25-30 triliun.”Di tahun 2022, rencana Waskita Karya untuk memproyeksikan nilai kontrak baru berkisar antara Rp25 triliun sampai dengan Rp30 triliun,"kata Direktur Operasi III Waskita, Gunadi.

Menurut Gunadi, ekspektasi tersebut didukung dari proyek yang diinisiasi oleh Waskita sendiri, kemudian juga dari proyek-proyek secara konvensional baik dari BUMN maupun kementerian dan swasta. Total nilai kontrak Waskita selama semester pertama tahun ini tercatat sebesar Rp52,87 triliun atau naik 13,93% dari total nilai kontrak semester pertama tahun 2020 sebesar Rp46,41 triliun.

Untuk nilai kontrak baru pada semester pertama tahun ini tercatat Rp3,12 triliun atau turun 61,65% dibandingkan nilai kontrak baru semester pertama tahun 2020. Adapun kontrak baru Waskita dari pemerintah dan BUMN di semester pertama tahun ini tercatat Rp2,04 triliun atau naik 4,50% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,95 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini