Share

Waskita Karya (WSKT) Gerak Cepat Garap Proyek Ibu Kota Baru

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 278 2483542 waskita-karya-wskt-gerak-cepat-garap-proyek-ibu-kota-baru-yfaG7ssEZs.jpg Waskita bersiap garap proyek pemindahan ibu kota baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk bersiap dalam pembangunan ibukota baru jika proyek tersebut akan dimulai pada tahun depan. Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan bahwa ada program besar pemerintah yang juga akan mulai dilaksanakan pada tahun depan.

"Kami mengasumsikan bahwa hal tersebut akan selesai pada akhir tahun ini, sehingga (kemungkinan) pembangunan fisik ibu kota baru dapat mulai pada tahun depan. Ini kami mempersiapkan sedari awal agar Waskita bisa berpartisipasi dalam pembangunan ibukota baru," ujar Destiawan dalam public expose daring di Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Daftar Tol yang Siap Dijual Waskita Karya, Minat Beli?

Dalam kesempatan sama, Direktur Operasi III Waskita, Gunadi menambahkan bahwa untuk proyek ibukota baru saat ini masih dalam proses perencanaan.

"Untuk ibukota baru memang saat ini masih dalam proses perencanaan yang lebih matang, sebelum sampai kepada konstruksi," kata Gunadi.

Baca Juga: Tak Sanggup Lagi, WSKT Jual Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat ke Hutama Karya

Waskita berencana untuk berpartisipasi secara proaktif pada pembangunan ibukota baru, khususnya dalam proyek-proyek infrastruktur dasar.

Rencana keterlibatan Waskita dalam pembangunan ibukota baru itu merupakan salah satu bagian dari rencana program perusahaan jangka menengah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun rencana-rencana program jangka menengah Waskita lainnya adalah menyelesaikan restrukturisasi utang di anak perusahaan paling lambat sampai dengan awal tahun depan.

Kemudian melakukan divestasi ruas tol sebanyak empat ruas pada tahun 2022. Rencana lainnya adalah mempersiapkan right issue tahun 2022 dalam rangka penerimaan Penyertaan Modal Negara (PMN) TA 2022 sebesar Rp3 triliun.

Lalu melakukan persiapan Intial Public Offering (IPO) anak usaha paling cepat pada tahun 2023. Kemudian pengembangan bisnis anak usaha terkait penyewaan alat berat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini