Instruksi Presiden Jokowi, Fintech Bantu UMKM Naik Kelas

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 320 2484410 instruksi-presiden-jokowi-fintech-bantu-umkm-naik-kelas-nOKolLhpET.jpg Jokowi Dorong Fintech Bantu Pembiyaan UMKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan supaya pembiayaan dari financial technology (fintech) didorong untuk kegiatan produktif. Misalnya, untuk membantu Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) agar naik kelas.

"Pembiayaan fintech harus didorong untuk kegiatan produktif, membangun kemudahan akses, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan, membantu pelaku UMKM agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke goal digital," ujarnya dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Pengembangan Keuangan Digital Merata hingga ke Pelosok

Namun demikian, Jokowi mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku usaha jasa keuangan digital untuk terus membangun ekosistem yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan melindungi masyarakat. Ia memberi contoh adanya pinjaman online (pinjol) yang menjerat masyarakat dengan bunga tinggi dan melakukan penagihan menggunakan cara tidak patut. Hal ini harus segera dibenahi.

Dengan pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih baik, maka itu akan meminimalisir permasalahan serta mencegah kerugian baik dari sisi pengusaha maupun masyarakat.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Jadi Raksasa Digital Setelah China dan India, Presiden Jokowi: Kawal Cepat dan Tepat

"Saya titip kepada OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar yang harus diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital, agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ucapnya.

Inklusi keuangan, lanjut Jokowi, juga harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah, dan menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial, menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional.

"Provider keuangan digital juga harus berorientasi indonesiasentris, tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga pelosok ke seluruh penjuru tanah air kita," ucapnya.

"Oleh karena itu saya minta seluruh industri jasa keuangan untuk melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa, mulai dari pinggiran, bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa dari industri keuangan, tapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah," tutup Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini