Siap-Siap! Bakal Ada 20 Rusun Senilai Rp200 Miliar

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 470 2485348 siap-siap-bakal-ada-20-rusun-senilai-rp200-miliar-hUXGCRGrv3.jpg PUPR bakal bangun 20 rusun di Jabar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian PUPR menganggarkan Rp200 miliar untuk membangun 20 rumah susun (rusun) di Jawa Barat (Jabar).

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Kiagoos Egie Ismail mengatakan, pembangunan rumah susun tersebut meliputi hunian pondok pesantren, hunian mahasiswa hingga hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.

Baca Juga: Mau Dapat Rusunawa di Jakarta? Begini Caranya

"Persentase rusun untuk MBR atau ASN 20%, mahasiswa 20%, dan ponpes 60%," ujarnya saat press tour di Tasikmalaya, Selasa (12/10/2021).

Egie menjelaskan, untuk membangun rumah susun ada beberapa proses yang harus dilakukan. Antara lain seperti menyiapkan status lahan terlebih dahulu hingga analisis ekologi.Hal itu karena jangan sampai lahan yang dikelola dikemudian hari digugat oleh orang lain, dan tidak berdampak buruk untuk lingkungan.

Baca Juga: Rusun Pasar Rumput Punya Keistimewaan, Jokowi : Fasos dan Fasum Lengkap

"Karena sebetulnya di PUPR tidak boleh menyalahi aturan, misal area hijau, kita bangun bangunan, sehingga merusak daya serap," lanjutnya.

Tidak hanya berbentuk bangunan, nantinya Kementerian PUPR juga akan mengisi bangunan tersebut dengan berbagai macam furniture, seperti kasur, lemari, hingga meja untuk menunjang proses belajar para siswa boarding.

Proses selanjutnya yang tak kalah lebih penting menurutnya adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masukan ke aplikasi SIBARU. Otomatis melalui aplikasi tersebut, akan menginfokan kepada pusat. Kemudian dalam aplikasi SIBARU itu, akan diberikan beberapa persyaratan pengajuan.

Otomatis melalui aplikasi tersebut, akan menginfokan kepada pusat. Kemudian dalam aplikasi SIBARU itu, akan diberikan beberapa persyaratan pengajuan.

"Seperti proposal, terus copy sertifikat lahan, copy akta pendirian yayasan, karena jangan sampai bangunan tersebut ketika sudah dibangun itu tidak jelas statusnya, untuk itu kita meminta berkas-berkas itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini