Menko Luhut Gandeng Korsel Perkuat Kemaritiman

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486047 menko-luhut-gandeng-korsel-perkuat-kemaritiman-zPkenISXjm.jpg Menko Luhut Bertemu Menteri Korsel (Foto: Okezone/Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah bertemu Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong-Hyeok.

Adapun Menko Luhut bersama Menteri Moon Seong-Hyeok melaksanakan Billateral Meeting dan Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama di bidang kemaritiman khususnya dalam menginisiasi industri Instalasi lepas pantai, Rabu 13 Oktober 2021 kemaein.

“Saya sangat senang menyambut kehadiran Menteri Moon Seong-Hyeok hari ini. Melalui billateral meeting ini, saya harap kolaborasi antara Indonesia dan Republik Korea dapat semakin kuat, utamanya dalam institusi kemaritiman,”kata Menko Luhut dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Menko Luhut Akui UMKM Masih Dipandang Sebelah Mata

Dalam pertemuan ini dibahasa mengenai berbagai proyek kerja sama Indonesia dan Republik Korea melalui Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) seperti, restorasi mangrove, penanganan sampah laut, perubahan iklim, dan beberapa isu lainnya terkait kemaritiman.

“Saya mengajak Korea bersama Indonesia untuk membangun dunia yang mengutamakan prinsip keberlanjutan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Baca Juga: Menko Luhut: 18 Negara Boleh Masuk Indonesia Kecuali Singapura

Selain melaksanakan pertemuan bilateral, kedua menteri juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Industri Jasa Instalasi Lepas Pantai. MoU ini juga ditandatangani oleh kelima perusahaan yang terkait dalam kerja sama ini, yaitu GasEntec dan Samin MTS dari Korea, serta Elnusa, GTSI, JSK Shipping dari Indonesia.

“Antara Indonesia dan Korea untuk pembongkaran platform lepas pantai yang ditinggalkan. Platform lepas pantai yang tidak terpakai akan digunakan untuk artificial coral reefs, akuakultur, wisata laut, dan pusat penelitian,” papar Menko Luhut.

Luhut membeberkan empat isu yang dibahas dalam MoU ini adalah terkait pengembangan teknologi terkait industri jasa instalasi lepas pantai, mendorong komunikasi dan kerja sama di sektor swasta, peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia, dan decommissioning (penutupan fasilitas dan pemulihan lingkungan anjungan migas) dan pemanfaatan kembali pabrik lepas pantai.

“Saya sangat senang adanya meeting dan MoU hari ini. Korea selalu mendukung berbagai kerja sama bilateral dengan Indonesia utamanya terkait isu kemaritiman. Saya harap berbagai industri dapat terus berkembang melalui kerja sama ini,” pungkas Menteri Moon Seong-Hyeok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini