Strategi Erick Thohir Jaga Kinerja BUMN Usai Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486449 strategi-erick-thohir-jaga-kinerja-bumn-usai-covid-19-17xlDSclOO.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan strategi BUMN bangkit dari pandemi Covid-19. Di mana 90% perusahaan negara mengalami tekanan likuiditas.

Erick mengatakan. untuk keluar dari tekanan pandemi, perusahaan tidak saja memikirkan cara mempertahankan bisnisnya. Namun juga, mempersiapkan strategi pasca Covid-19 

Baca Juga: BUMN Salurkan Anggaran Stimulus PEN Capai Rp376 Triliun

"Baik untuk swasta dan kami BUMN yang 90% terdampak karena Covid-19. Untuk ke luar dari bisnis pandemi, tentu kita tidak hanya memikirkan bagaimana cara bertahan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita juga mempersiapkan strategi untuk menghadapi pasca Covid-19," ujar Erick, Kamis (14/10/2021).

Di lain sisi, Erick menilai pemulihan ekonomi menjadi suatu keharusan, namun, Indonesia terlebih dahulu membangun kesehatan secara nasional. Sebab, sektor itu menjadi hal fundamental yang sesuai dengan prinsip Indonesia sehat, Indonesia bekerja, dan Indonesia tumbuh.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tak Ingin BUMN Kecil, Harus Digabung agar Besar

Tercatat pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Luar Negeri telah mengambil langkah strategis untuk menangani pandemi di Tanah Air.

Sejak awal 2020 lalu, ketiga kementerian telah melakukan sejumlah kerja multilateral dengan produsen farmasi global untuk memperoleh vaksin Covid-19. Hingga saat ini sejumlah masyarakat telah menerima vaksin Covid-19.

Berdasarkan data Kemenkes, dari target 208 juta, Hingga Minggu 10 Oktober 2021, vaksinasi Covid-19 sudah menembus lebih dari 100 juta orang untuk suntikan dosis pertama. Sementara suntikan dosis kedua mencapai lebih dari 57,5.

Dengan demikian jumlah vaksinasi telah mencapai 157.707.427 dosis. Atau, vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 48,11% dan vaksinasi dosis kedua menjangkau 27,62%.

"Dengan kami berupaya menemukan vaksin Merah Putih atau vaksin BUMN yang di mana vaksin Merah Putih kita bekerja sama dengan berbagai pihak dari universitas terbaik di Indonesia maupun lembaga riset juga. Kita juga membuka kerja sama dengan universitas yang sangat terkenal di dunia," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini