Ingat! Wisatawan Asing Hanya Boleh Jalan-Jalan di Bali dan Kepulauan Riau

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486474 ingat-wisatawan-asing-hanya-boleh-jalan-jalan-di-bali-dan-kepulauan-riau-c4BUUcTvtW.jpg Turis Asing Hanya Boleh Berwisata di Bali. (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa wisatawan asing hanya diperbolehkan berwisata di dua daerah di Indonesia. Keduanya, Kepulauan Riau dan Bali.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dua daerah inilah yang dijadikan simulasi penerapan protokol kesehatan bidang pariwisata untuk turis asing.

Baca Juga: Arahan Presiden, Turis Asing ke Bali Wajib Punya Asuransi Kesehatan

“Terkait teknis masuknya wisatawan asing ke Indonesia, nanti mereka hanya boleh memasuki Indonesia dari Bandar Udara Provinsi Bali dan Kepulauan Riau saja. Untuk berwisata di dua provinsi ini sebagai dua daerah yang akan menjalankan simulasi protokol kesehatan di bidang pariwisata untuk turis asing,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (14/10/2021).

Terkait pengawasan mobilitas turis asing, Wiku mengatakan menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.

Baca Juga: Labuan Bajo Wisata Internasional, Menteri Basuki Selesaikan Kawasan Waterfront Pantai Marina

“Sedangkan pengawasan mobilitas domestik wisatawan asing di Indonesia akan menjadi tanggung jawab daerah penyelenggara simulasi protokol kesehatan serta daerah penyangganya untuk mengawasi pergerakannya sesuai dengan kebijakan yang ada,” ungkapnya.

Seperti diketahui Indonesia membuka pintu masuk untuk warga negara asing dari 19 negara. Diantaranya adalah Saudi Arabia, United Arab Emirates (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia Hungaria dan Norwegia.

“Penetapan 19 negara ini berdasarkan pertimbangan kasus covid-19 terkini yaitu jumlah kasus konfirmasi di bawah atau sama dengan 50 kasus per 100.000 penduduk dengan positivity rate rendah atau kurang 5%. Serta perjanjian luar negeri yang telah dilakukan misalnya travel corridor arrangement atau TCA,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini