OJK Beberkan Kelemahan Bank Syariah sehingga Kalah dengan Perbankan Konvensional

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486629 ojk-beberkan-kelemahan-bank-syariah-sehingga-kalah-dengan-perbankan-konvensional-oMvLikCjQD.png Kelemahan Bank Syariah di Indonesia. (Foto: okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan beberapa kelemahan perbankan syariah. Hal ini pun menghambat pertumbuhan perbankan syariah, sehingga kalah saing dengan perbankan konvensional.

"Kami telah melakukan kajian mengenai perbankan syariah dengan beberapa expert, didapati hasil bahwa perbankan syariah masih memiliki kelemahan. Antara lain belum memiliki diferensiasi model bisnis yang signifikan, indeks literasi dan inklusi yang masih rendah," ungkap Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Nyimas Rohmah dalam diskusi virtual, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: BSI Salurkan Pembiayaan hingga Rp159,1 Triliun

Lanjutnya, kata Nyimas, dari data OJK menunjukkan bahwa literasi masyarakat soal keuangan perbankan syariah masih di bawah 9 persen. Angka ini masih jauh dari perbankan konvensional yang mencapai 40 persen. Kemudian angka inklusi keuangan syariah yakni 9,1 persen, di mana angka tersebut juga masih di bawah bank konvensional yakni 76,2 persen.

Baca Juga: Wapres Sebut Bank Syariah Lebih Dulu Lahir di Inggris dan Singapura

Selain kelemahan tersebut, Nyimas menyebut masih ada yang lainnya. Hal itu mencakup kuantitas dan kualitas sumber daya manusia kurang optimal serta teknologi informasi (TI) yang belum memadai.

Oleh sebab itu, ia menerangkan, dibutuhkan transformasi syariah yang berdaya saing tinggi, serta berperan lebih nyata pada perekonomian nasional dan pembangunan sosial.

"Perbankan syariah Indonesia diharapkan menjadi perbankan yang terdepan dalam menjalankan layanan keuangan yang berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain itu juga, menerapkan prinsip creating shared value yang di mana sejatinya merupakan prinsip dasar dalam ekonomi syariah," ungkapnya.

Dengan melakukan transformasi ini, Nyimas bilang, bank syariah akan mempunyai identitas baru yang ditunjukkan dengan keunikan model bisnis, mengoptimalkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, mengintegrasikan fungsi keuangan komersial dan sosial, sumber daya manusia berkualitas, dan teknologi informasi yang mutakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini