JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengecek kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit. Hal ini dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021.
Airlangga Hartarto mengatakan potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari satu kali perhelatan event Superbike adalah sebesar Rp500 miliar.
Baca Juga: Cek KEK Mandalika, Menko Airlangga: Semoga Proses Renovasi Selesai Sebelum World Superbike 2021
"Potensi ekonomi dari Superbike diperkirakan Rp500 miliar. Jadi multiplier effect-nya Rp500 miliar persekali event," kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).
Dalam kunjungan tersebut Airlangga terpantau sempat mencoba lintasan sirkuit yang memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan tersebut dengan menggunakan Buggy Car. Sirkuit yang memiliki pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler ini dibangun teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA) sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330 km per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.
Baca Juga: World Superbike di Sirkuit Mandalika, Penonton Wajib Vaksin 2 Kali
"Sirkuitnya luar biasa, pemandangannya juga luar biasa, dan tadi juga sudah dipersiapkan manajemen trafficnya. Bapak Presiden meminta bahwa dalam balapan Superbike nanti itu ditonton oleh 25.000 penonton. Alhamdulillah per hari ini NTB levelnya 1 (PPKM) walaupun di Mataram dan Lombok Tengah masih level 2 yang perlu digenjot adalah vaksinasi tapi Pak Kapolda dan Danrem yakin menjelang hari H sudah 70% dosis 1 dan 50% dosis 2. Penonton syaratnya sudah dua kali vaksin," jelas Airlangga.
Airlangga berharap dengan adanya event sekelas Superbike dan nantinya Motogp bisa menjadikan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Tourism.
"Dengan demikian diharapkan ini bisa menjadi event for tourism dan ini menjadi proyek kedua terbesar sesudah Nusa Dua. Dan dalam beberapa dekade tidak ada Kawasan Ekonomi Khusus tourism yang terintegrasi sekomplit yang ada di Mandalika. Tentu kita berharap ini bisa menjadi alternatif tourism yang terdepan. Pelabuhannya juga sudah siap menampung 7 juta orang baik dari domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer mengatakan efek pariwisata dari gelaran Superbike bisa mencapai 150 ribu penonton jika dalam kondisi normal.
"Kemudian multiplier effect turunan dari acara ini, pak. Kami harapkan semuanya bisa membangkitkan pariwisata, pak. Dan ini adalah angka yang kami dapatkan dari potensi penambahan tenaga kerja akibat event di Mandalika sekitar 7545 tenaga kerja," kata Abdulbar.
Abdulbar menambahkan bahwa nantinya akan membuka digital market place untuk menjua merchandise resmi Superbike dan MotoGP yang semuanya berasal dari UMKM di Lombok.
"Karena pulau Lombok agak jauh dari Jakarta dan pendukung atau penggemar MotoGP ada di seluruh Indonesia, kami juga membuka digital market place untuk memesan produk-produk resmi, yang tentu saja dihasilkan 100% oleh lokal pak," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)