Utang Tersembunyi dari China Buat Kereta Cepat? Stafsus Erick Thohir: Hoax!

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487250 utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax-aLLpYMUsj8.jpg Kementerian BUMN membantah isu hidden debt proyek kereta cepat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN membantah isu hidden debt atau utang tersembunyi BUMN digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta (KCBJ). Kementerian BUMN menegaskan berita tersebut adalah keliru alias hoax.

Penegasan itu menyusul salah satu media daring (online) menuliskan bahwa pinjaman yang disalurkan China kepada BUMN bertujuan untuk pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Initiative (BRI) yang selama ini dilakukan di banyak negara. Salah satunya digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Tak Lagi Diberikan PMN! Presiden Jokowi: BUMN Sakit Jangan Diselamatkan, Tutup Saja

"Berita di (media bersangkutan) hoax ya, ini hoax benar dan tendensius. Tidak ada sama sekali utang tersembunyi dari China untuk proyek kereta cepat," ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada Wartawan, Sabtu (16/10/2021).

Arya menegaskan, semua utang perusahaan pelat merah dan alokasinya tercatat dalam Monitoring Risiko Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) Bank Indonesia. Kementerian BUMN pun meminta pihak redaksi media tersebut memperbaiki isi berita yang dimaksud dan memberi permintaan maaf.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Erick Thohir Tutup BUMN Sakit

"Karena semua tercatat di PKLN Bank Indonesia, jadi berita yang dibuat oleh (media bersangkutan) bahwa mengatakan ada hutang tersembunyi China untuk proyek kereta cepat itu benar-benar hoax dan tendensius, kami berharap bisa memperbaikinya dan meminta maaf," katanya.

Laporan lembaga riset Amerika Serikat (AS) AidData ihwal 'utang tersembunyi' Indonesia dari Cina senilai USD 17,28 miliar atau setara Rp 266 triliun memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, utang tersebut tidak dikategorikan sebagai pinjaman pemerintah.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang sebesar Rp 266 triliun berasal dari skema business to business (B to B) BUMN, special purpose vehicle (SPV), perusahaan patungan, hingga swasta. Artinya, pinjaman tersebut menjadi tanggung jawab pihak terkait dan bukan pemerintah.

Kemenkeu tidak menapikan jika pinjaman itu berpotensi wanprestasi dan beresiko kepada keuangan pemerintah. Dari laporan AidData, terjadi kenaikan utang berbentuk hidden debt di negara yang menjalin kerjasama proyek infrastruktur dengan China. Namun, tidak spesifik menjelaskan adanya pinjaman untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Sementara, pendanaan KCJB sendiri bersumber dari pinjaman China Development Bank (CBD) sebesar USD4,55 miliar atau setara Rp64,9 triliun. Jumlah itu sekitar 75 persen dari total nilai investasi KCJB sebesar USD6,07 miliar. Sementara sisanya 25 persen berasal dari ekuiti KCIC.

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memang benar-benar menyita semuanya. Selain investasinya yang terus membengkak, waktu penyelesaiannya pun molor. Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada 2019, namun bergeser hingga akhir 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini