YLKI: Ada Ribuan Kasus Korban Pinjol Ilegal

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487356 ylki-ada-ribuan-kasus-korban-pinjol-ilegal-TXtslkf5X7.jpg Praktik Pinjol ilegal marak di kalangan masyarakat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengkritik pemerintah perihal kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang masih marak dalam beberapa tahun terakhir.

Tulus mengatakan, sebanyak 30% dari pengaduan yang ada di YLKI berasal dari fintech atau pinjol ilegal. Menurutnya, baik legal maupun ilegal sebenarnya sama saja, terutama dari metode penagihan.

"Kalau saya amati, polisi baru bertindak cepat setelah ada 'sentilan' dari presiden. Di sisi lain, kalau kasusnya viral di media sosial. Tapi, sebenarnya ada ribuan kasus yang tidak viral. Siapa yang memperhatikan itu? Ini memang solusinya harus dari sisi hulu, sehingga tidak terjadi terus menerus," tuturnya.

Di sisi lain, Tulus berpendapat bahwa literasi digital pada masyarakat sebenarnya sangat dibutuhkan, mengingat saat ini memasuki era ekonomi digital seperti fintech. Namun, lagi-lagi hal ini tidak diantisipasi.

Baca selengkapnya: Banyak Korban Pinjol Ilegal, YLKI: Polisi Baru Bertindak Setelah Disentil Jokowi

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini