Share

Pekerja China Boikot Budaya Jam Kerja 996, Populerkan 955

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 320 2487681 pekerja-china-boikot-budaya-jam-kerja-996-populerkan-955-nsGxKajEQA.jpg Pekerja China Boikot Jam Kerja (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para pekerja China memboikot jam kerja 966 dan mempopulerkan 955. Ini merupakan bentuk perlawanan para pekerja terhadap budaya kerja lembur.

Terdapat kampanye yang menyerukan para pekerja di perusahaan teknologi dan perusahaan terkenal lainnya di China untuk mencatat jam kerja mereka di laman internet publik.

Kampanye Worker Lives Matter yang diciptakan oleh empat kreator anonim ini meminta para pekerja di perusahaan tersebut untuk menuliskan nama perusahaan, posisi, dan jam kerja mereka dalam spreadsheet, yang diunggah di GitHub.

Ribuan karyawan yang mengaku bekerja di perusahaan raksasa teknologi seperti Alibaba Group Holding Ltd, Baidu Inc, Tencent Holdings Ltd, dan ByteDance telah mendaftarkan data mereka. Demikian seperti dikutip dari News18, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Para pekerja juga membuat spreadsheet terpisah untuk sektor tertentu, seperti real estate, keuangan, dan perusahaan, asing. Sebagian besar entri pada spreadsheet menunjukkan, meskipun mereka bekerja lima hari dalam seminggu, namun banyak pekerja yang bekerja 10-12 jam sehari.

Salah satu pencipta konten mengatakan dalam sebuah unggahan, mereka berharap daftar tersebut akan menjadi alat referensi yang efektif bagi pekerja ketika memilih pekerjaan.

Di unggahan lain, praktik 996, di mana para pekerja bekerja dari pukul 09.00 hingga 21.00 selama enam hari seminggu tersebar luas dan jam kerja di perusahaan teknologi sering tidak jelas.

"Kami berharap dapat memberikan kontribusi untuk memboikot 996 dan mempopulerkan 955 (bekerja mulai pukul 09.00 hingga 17.00 lima hari dalam seminggu)," kata salah satu pembuat konten di situs tanya jawab Zhihu

Jam kerja yang panjang menjadi topik panas bagi pekerja teknologi China dan lainnya. Masalah ini pertama kali mendapat perhatian pada 2019, ketika pekerja teknologi meluncurkan kampanye online serupa melawan 996.

Dalam beberapa bulan terakhir, kritik terhadap jam kerja yang panjang telah menjadi sorotan karena tindakan keras pemerintah terhadap perusahaan teknologi yang menyoroti perlakuan mereka terhadap pekerja.

Tahun ini, perusahaan pemilik TikTok ByteDance, platform video pendek Kuaishou dan raksasa pengiriman makanan Meituan telah memangkas jam lembur wajib di akhir pekan. Pengadilan tinggi China pada Agustus lalu menyatakan 996 sebagai budaya kerja ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini