JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berpose bersama jajaran Kemenkeu di dekat Liberty Bell (Lonceng Kebebasan). Liberty Bell terletak di pintu masuk gedung Kementerian Keuangan Amerika Serikat (US Treasury Building).
Ini adalah replika dari Liberty Bell asli yang berada di Pennsylvania. Sri pun teringat akan sejarah perekonomian AS karena hal ini.
Baca Juga: Foto di Depan Monumen Washington, Sri Mulyani: Mirip Monas Kita
"Cerita menarik mengenai Keuangan Amerika Serikat (AS) dikaitkan semangat Kemerdekaannya. Waktu Perang Dunia Pertama 1914-1918, AS butuh biaya perang sangat besar. Sumber dana perang hanya tiga: (1) Memungut dan menaikkan Pajak, (2) Utang, atau (3) Mencetak Uang yang tentu menimbulkan inflasi," tuturnya, dikutip di Jakarta, Senin (18/10/2021).
Selama masa perang, Menkeu sekaligus Ketua Bank Sentral (Federal Reserve) kala itu, William McAdoo, menetapkan pendanaan perang sepertiga berasal dari pajak dan dua pertiganya berasal dari utang. Pajak progresif dinaikkan. Untuk penduduk yang sangat kaya dengan pendapatan di atas USD1 juta, pajak yang harus dibayarkan sangat tinggi yaitu 77%.
Baca Juga: Sri Mulyani Minta Bank Dunia dan IMF Lakukan Ini
US Treasury kemudian menerbitkan Liberty Bonds empat kali (1917-1918) dan satu kali Victory Bonds (1919). Denominasi Liberty Bond terkecil $50 (setara 1/2 bulan gaji pekerja pabrik), jangka waktu 30 tahun, suku bunga 3,5%, 4%, 4,25%. Masyarakat dapat membeli dengan mencicil 25 sen (tahun 1917 upah buruh per jam 35 sen).